Ulama-Cendekiawan Muslim Dukung Keputusan Arab Saudi Gelar Haji Terbatas

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 11:15 WIB
FILE - In this March 7, 2020 file photo, the sun sets at the site of the Grand Mosque, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, as authorities emptied Islams holiest site for sterilization over fears of the new coronavirus. This was supposed to be Saudi Arabias year to shine as host of the prestigious G20 gathering of world leaders. Instead, due to the pandemic, the gathering this November will likely be a virtual meet-up, stripping its host of the pomp that would have accompanied televised arrivals on Riyadhs tarmac. Even the upcoming hajj pilgrimage faces the possibility of being canceled or dramatically pared down. (AP Photo/Amr Nabil, File)
Suasana di Masjidil Haram, Mekah, saat pandemi Corona (AP Photo/Amr Nabil, File)
Riyadh -

Keputusan Arab Saudi untuk menggelar ibadah Haji dengan jemaah sangat terbatas mendapat dukungan dari para ulama dan cendekiawan muslim. Mulai dari dewan keagamaan tertinggi di Saudi hingga Imam Besar Masjid Al-Azhar di Mesir dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendukung keputusan itu.

Seperti dilaporkan Saudi Press Agency dan Saudi Gazette, Selasa (23/6/2020), Sekretariat Jenderal Dewan Cendekiawan Senior berterima kasih kepada Raja Salman bin Abdulaziz al-Saudi, putra mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman dan pemerintah Saudi atas upaya besar menjaga dua Masjid Suci dan umat muslim.

Diketahui bahwa Kementerian Urusan Haji dan Umroh Saudi baru saja mengumumkan bahwa ibadah Haji tahun ini tetap digelar, namun dengan jumlah jemaah yang 'sangat terbatas'. Alasan dari kebijakan ini adalah demi menjaga 'kesehatan publik global' di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Dijelaskan bahwa hanya sejumlah jemaah yang sangat terbatas dari berbagai negara yang telah berada di Saudi, yang akan bisa menjalankan ibadah Haji tahun ini.

Imam Besar Masjid Al-Azhar, Sheikh Ahmed Al-Tayyeb, di Mesir juga menyampaikan dukungan untuk keputusan Saudi. Al-Tayyeb menyebutnya sebagai keputusan bijaksana yang sesuai dengan Syariah.

Disebutkan Al-Tayyeb bahwa keputusan itu mempertimbangkan kelanjutan ibadah Haji, namun juga mencerminkan kepedulian untuk keselamatan para jemaah. Menurut Al-Tayyeb, keselamatan pribadi menjadi bagian paling penting dari ajaran Islam.

Keputusan itu, sebut Al-Tayyeb, juga mencerminkan kesadaran kepemimpinan Kerajaan Saudi soal keseriusan virus Corona, terutama mengingat penyebarannya yang cepat dan mengancam nyawa orang di manapun. Al-Tayyeb juga memuji upaya Raja Salman dan putra Mahkota dalam melayani dan memfasilitasi jemaah dan menjaga mereka tetap aman.

Selanjutnya
Halaman
1 2