PM Modi Bebaskan Militer India Respons Kekerasan Usai Bentrok dengan China

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 20 Jun 2020 17:02 WIB
An Indian army convoy moves on the Srinagar- Ladakh highway at Gagangeer, north-east of Srinagar, India, Wednesday, June 17, 2020. Indian security forces said neither side fired any shots in the clash in the Ladakh region late Monday that was the first deadly confrontation on the disputed border between India and China since 1975. China said Wednesday that it is seeking a peaceful resolution to its Himalayan border dispute with India following the death of 20 Indian soldiers in the most violent confrontation in decades. (AP Photo/Mukhtar Khan)
Konvoi militer India di wilayah Srinagar-Ladakh usai terjadi bentrokan dengan tentara China (AP Photo/Mukhtar Khan)
New Delhi -

Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, menyatakan negaranya merasa 'terluka dan marah' atas bentrokan berdarah dengan China yang menewaskan 20 tentara India. PM Modi memperingatkan bahwa tentara India kini diberi kebebasan untuk merespons setiap kekerasan baru yang terjadi.

India dan China saling menyalahkan terkait bentrokan berdarah yang terjadi di Lembah Galwan, Ladakh yang masuk perbatasan Himalaya yang menjadi sengketa kedua negara. Bentrokan antara tentara India dan China itu melibatkan pelemparan batu dan senjata tak biasa berupa tongkat pemukul yang dipasangi paku.

Sedikitnya 20 tentara India tewas dalam bentrokan itu, sedangkan korban jiwa dari militer China belum diketahui pasti jumlahnya.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (20/6/2020), PM Modi menggelar rapat langka dengan para pemimpin partai oposisi untuk membahas krisis ini. Rapat digelar setelah China membebaskan 10 tentara India, termasuk dua yang berpangkat Mayor.

Seruan boikot produk China menggema di India. Tentara-tentara yang tewas dimakamkan dalam seremoni yang menarik perhatian besar dari publik setempat.

"Seluruh negara terluka dan marah pada langkah-langkah yang diambil China," ucap PM Modi dalam pernyataannya.

PM Modi membantah bahwa tentara China sempat masuk 'ke dalam wilayah kita' dan bersikeras bahwa 'penegakan kedaulatan adalah yang terpenting' bagi pemerintahannya. Oleh karena itu, sebut PM Modi, militer India kini diberi kebebasan untuk merespons setiap kekerasan yang terjadi di perbatasan.

"Angkatan bersenjata telah diberi kebebasan untuk mengambil seluruh langkah yang diperlukan," tegasnya.

India dan China sama-sama mengerahkan tentara tambahan ke perbatasan sejak bentrokan terjadi pada awal pekan ini. Bentrokan di Lembah Galwan itu tercatat sebagai insiden paling serius yang terjadi antara kedua negara dalam lebih dari empat dekade terakhir. Kedua negara bertetangga ini bertempur dalam perang perbatasan tahun 1962 dan tidak menyepakati garis perbatasan sejak saat itu.

(nvc/jbr)