MA Ringankan Vonis Rohadi, Si PNS Tajir Pemilik 19 Mobil

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 18:08 WIB
Terpidana kasus korupsi, Rohadi memberi jempol dan melambaikan tangan saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7). Ia diperiksa dalam kasus TPPU.
Foto: Rohadi (Ari Saputra-detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) meringankan hukuman Rohadi dari 7 tahun penjara menjadi 5 tahun penjara di kasus suap Saipul Jamil. Rohadi merupakan PNS Jakut dengan posisi terakhir panitera pengganti (PP). Meski jabatannya PP, kekayaannya melimpah ruah. Punya 19 mobil, dua rumah mewah, rumah sakit, hingga proyek real estate.

Kasus bermula saat KPK menangkap Rohadi sedang menerima suap dari pengacara Saipul Jamil, Berthanatalia Ruruk Kariman pada 2016. Bertha juga istri hakim tinggi Karel Tuppu.

KPK kemudian mengungkap kekayaan Rohadi sangat fantastis. Meski jabatannya PP, kekayaannya melimpah ruah. Punya 19 mobil, dua rumah mewah, rumah sakit, hingga proyek real estate.

Kasus bergulir di pengadilan. Rohadi dihukum 7 tahun penjara dan Berthanatalia, dihukum 2,5 tahun penjara. Rohadi tidak terima dan mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Gayung bersambut.

"Pemohon PK/Terpidana dijatuhi pidana penjara selama 5 (lima) tahun denda sebesar Rp 300 juta subsider 3 (tiga) bulan kurungan," ujar juru bicara MA, hakim agung Andi Samsan Nganro kepada detikcom, Kamis (18/6/2020).

Duduk sebagai ketua majelis PK yaitu Andi Samsan Nganro dengan anggota Gazalba Saleh dan LL Hutagalung. Menurut MA, Rohadi yang berstatus sebagai panitera pengganti dan dalam hal ini berperan sebagai perantara.

Selanjutnya
Halaman
1 2