International Updates

Trump Teken UU Soal Uighur, India Peringatkan China Usai Bentrokan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 17:37 WIB
Hubungan Presiden AS Donald Trump-Presiden China Xi Jinping memanas. Keretakan hubungan diplomasi itu karena Trump kecewa dengan China terkait virus Corona.
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping (Foto: Getty Images)

Seperti dilansir dari AFP, Kamis (18/6/2020) China akan "secara tegas membalas dan AS akan menanggung semua konsekuensi berikutnya", kata Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan pada Kamis (18/6).

Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani Undang-Undang Hak Asasi Manusia Uighur pada Rabu (17/6) waktu setempat.

- Baru Pulang dari Arab Saudi dan India, 6 Warga Thailand Positif Corona

Thailand melaporkan enam kasus baru infeksi virus Corona dalam waktu 24 jam terakhir. Semuanya merupakan kasus impor, atau yang penularannya terjadi saat di luar negeri.

Juru bicara Pusat Administrasi COVID-19 Thailand, Panprapa Yongtrakul, mengatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (18/6/2020), keenam kasus tersebut merupakan warga Thailand yang dikarantina sepulangnya dari Arab Saudi dan India.

Tidak disebutkan lebih detail mengenai berapa jumlah warga Thailand yang baru pulang dari Saudi dan berapa yang baru pulang dari India tersebut.

Dengan tambahan kasus baru tersebut, sejauh ini Thailand mencatat 3.141 kasus COVID-19 yang terkonfirmasi, dengan 58 kematian.

- Miris! Negara-negara Ini Justru Bertikai Sengit di Tengah Pandemi Corona

Negara-negara di dunia diminta untuk berhenti berkonflik di tengah masa pandemi virus Corona ini. Namun, masih ada saja negara-negara yang justru bertikai sengit meski Corona masih mewabah.

Sebagaimana diketahui, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah meminta negara yang berkonflik agar berhenti di tengah wabah Corona ini sejak bulan April lalu. PBB meminta negara-negara yang tersebut untuk sama-sama memerangi pandemi Corona.

"Hal terburuk belum datang," kata Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres merujuk kepada negara yang dilanda konflik seperti Suriah, Libya dan Yaman seperti dilansir AFP, Sabtu (4/4/2020).

- 3 Kasus Corona Kembali Muncul, Pejabat Kesehatan Selandia Baru Minta Maaf

Selandia Baru kembali melaporkan satu kasus baru virus Corona (COVID-19) di wilayahnya dalam 24 jam terakhir. Satu kasus baru ini berasal dari seorang pelancong asal Pakistan. Kasus impor ini dilaporkan setelah dua kasus impor lainnya yang dilaporkan awal pekan ini. Pejabat kesehatan Selandia Baru pun meminta maaf atas munculnya kasus-kasus baru tersebut.

Seperti dilansir Xinhua News Agency, Kamis (18/6/2020), satu kasus baru ini muncul setelah awal pekan, ini Selandia Baru melaporkan dua kasus baru, yang menandai berakhirnya masa bebas virus Corona di negara itu selama 24 hari.

Satu kasus terbaru yang dilaporkan di Selandia Baru ini melibatkan seorang pria berusia 60-an tahun yang menjalani karantina usai tiba dari Pakistan pada 13 Juni, dengan pesawat Air New Zealand via Melbourne, Australia. Pria tersebut menunjukkan gejala-gejala virus Corona pada 15 Juni.

Halaman

(ita/ita)