Bentrokan Tewaskan 20 Tentaranya, India Beri Peringatan ke China

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 12:52 WIB
An Indian army convoy moves on the Srinagar- Ladakh highway at Gagangeer, north-east of Srinagar, India, Wednesday, June 17, 2020. Indian security forces said neither side fired any shots in the clash in the Ladakh region late Monday that was the first deadly confrontation on the disputed border between India and China since 1975. China said Wednesday that it is seeking a peaceful resolution to its Himalayan border dispute with India following the death of 20 Indian soldiers in the most violent confrontation in decades. (AP Photo/Mukhtar Khan)
Konvoi militer India di wilayah Srinagar-Ladakh usai terjadi bentrokan dengan tentara China (AP Photo/Mukhtar Khan)

Dalam percakapan via telepon dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) India Subrahmanyam Jaishankar pada Rabu (17/6) waktu setempat, Menlu China Wang Yi memperingatkan India untuk 'tidak meremehkan tekad kuat China dalam mengamankan wilayah kedaulatannya'.

Wang menegaskan bahwa China menuntut India untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan 'menghukum dengan tegas' siapa saja yang bertanggung jawab. Dia menegaskan kembali klaim China bahwa India menjadi satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas konflik ini. Wang menyebut pasukan militer India telah melanggar Garis Kontrol Aktual yang memisahkan pasukan militer kedua negara di wilayah sengketa.

Menlu India Jaishankar balik menuduh China telah membangun sebuah bangunan di Lemba Galvan, yang disebutnya sebagai 'tindakan sengaja dan berencana yang secara langsung bertanggung jawab atas terjadinya kekerasan dan jatuhnya korban jiwa'.

Dia menambahkan bahwa insiden yang terjadi memiliki 'dampak serius' terhadap hubungan India dan China. Namun dia menyatakan kedua negara berkomitmen untuk meredakan situasi di kawasan tersebut.

Halaman

(nvc/ita)