Duterte Ingatkan Warga Filipina Tidak Salahkan Pemerintah Jika Kena Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 16 Jun 2020 15:14 WIB
In this March 9, 2020, photo provided by the Malacanang Presidential Photographers Division, Philippine President Rodrigo Duterte, left, talks beside Health Secretary Francisco Duque II during a meeting with the Inter-Agency Task Force for the Management of Emerging Infectious Diseases at the Malacanang Palace in Manila, Philippines. Duterte has declared a state of public health emergency throughout the country after health officials confirmed over the weekend the first local transmission of the new coronavirus. (Robinson Ninal Jr./Malacanang Presidential Photographers Division via AP)
Rodrigo Duterte (Robinson Ninal Jr./Malacanang Presidential Photographers Division via AP)
Manila -

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memperingatkan warganya untuk tidak menyalahkan pemerintah jika mereka terinfeksi virus Corona (COVID-19) karena menolak untuk mematuhi pembatasan yang diberlakukan pemerintah.

Seperti dilansir DPA dan The Star, Selasa (16/6/2020), peringatan itu disampaikan Duterte dalam pidato terbaru yang disiarkan televisi setempat pada Senin (15/6) malam waktu setempat. Otoritas Filipina melonggarkan sejumlah pembatasan demi menghidupkan kembali perekonomian yang terhenti akibat pandemi Corona.

Dalam pidatonya, Duterte mengingatkan warga Filipina untuk menahan diri tidak melakukan perjalanan yang tidak penting, tetap mematuhi aturan social distancing dan selalu memakai masker jika pergi keluar.

"Kita secara bertahap melonggarkan pembatasan-pembatasan untuk memberi jalan bagi keberlangsungan ekonomi sebagai individu dan sebagai sebuah negara ... tapi itu tidak berarti bahwa kita melupakan standar kesehatan minimum kita," ucap Duterte.

"Saya tidak bisa menghentikan Anda semua untuk pergi keluar. Saya tidak bisa menangkap semua orang," imbuhnya.

"Jika Anda membawa anak Anda ketika pergi keluar, atau Anda mengizinkan anak Anda pergi keluar ketika tempatnya belum siap bagi mereka untuk berada di luar dan mereka jatuh sakit, jangan salahkan kami," tegas Duterte.

"Jangan lupa bahwa kami memperingatkan Anda soal konsekuensi mengerikan," tambahnya.

Sejauh ini, menurut Departemen Kesehatan Filipina, total kasus virus Corona di negara ini mencapai angka 26.420 kasus, dengan 1.098 kematian.

Juru bicara kepresidenan Filipina, Harry Roque, menyatakan bahwa pembatasan yang dilonggarkan di wilayah Metro Manila diperpanjang hingga akhir bulan ini demi menghindari proyeksi yang menyebut total kasus akan melonjak, jika protokol kesehatan semakin dilonggarkan. Sementara itu, pembatasan karantina yang ketat diterapkan di Cebu mulai Selasa (16/6) ini hingga akhir bulan, setelah terjadi lonjakan kasus Corona di wilayah itu.

Tonton juga video 'Duterte Tak Izinkan Sekolah Buka Sebelum Ada Vaksin Corona':

(nvc/ita)