Perjalanan Hidup Baden-Powell, Pelopor Pramuka yang Kini Kontroversial

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 12 Jun 2020 13:54 WIB
Patung Pelopor Pramuka Baden-Powell di Inggris Akan Diturunkan
Foto: Patung Robert Baden-Powell pelopor Pramuka (DW News)
Poole, Inggris -

Dewan Kota Poole di Inggris selatan akan menurunkan patung pelopor gerakan pramuka Robert Baden-Powell, akibat dari demonstrasi anti-rasisme yang dipicu oleh kematian George Floyd di AS yang meluas ke Inggris. Sosok Baden-Powell kini kontroversial. Begini perjalanan hidup Baden-Powell.

Seperti dikutip dari laman Britannica dan Encyclopedia, Jumat (12/6/2020), Robert Baden-Powell lahir pada 22 Februari 1857 di London, Inggris. Ayah Powell adalah seorang profesor ilmu alam, sedangkan ibunya merupakan istri ketiga ayahnya.

Ibu Baden-Powell mendidik anak-anaknya di luar rumah. Melalui jalan-jalan panjang di pedesaan, dia mengajar mereka tentang tanaman dan hewan. Mereka juga diizinkan membaca buku dari koleksi ayah mereka tentang sejarah alam. Pendidikan formal Baden-Powell dimulai dengan Sekolah Dame di Kensington Square.

Pada 1868 ia bersekolah di Rose Hill School di Tunbridge Wells, tempat ayahnya juga dididik. Dua tahun kemudian dia memenangkan beasiswa ke Charterhouse School di London. Pada 1872 sekolah pindah ke Godalming, yang dikelilingi oleh hutan yang dikenal sebagai "The Copse."

Hutan belantara merupakan bagian penting dari pengalaman masa kecil Baden-Powell. Sebagai anak sekolah, ia tidak berprestasi baik secara akademis maupun atletik. Namun, dia tertarik pada alam bebas dan teater.

Pada 1876 Baden-Powell harus memutuskan karier. Dia ditolak masuk ke Balliol College di Oxford. Tanpa banyak pertimbangan, Baden-Powell memutuskan untuk ikut ujian terbuka untuk komisi militer. Dari 700 orang yang mengikuti ujian, ia lolos untuk masuk kavaleri dan infanteri. Pada 11 September 1876, Baden-Powell menjadi sub-letnan di Hussars ketiga belas. Pada 6 Desember tahun yang sama, ia bergabung dengan resimennya di Bombay, India.

Dia menjadi kapten pada usia muda 26 tahun. Pada 1884 resimennya kembali ke Inggris selama dua tahun. Selama waktu ini ia menerbitkan sebuah buku berjudul 'Reconnaissance and Scouting'. Dia juga bekerja sebagai mata-mata, bepergian ke Jerman, Austria, dan Rusia untuk belajar tentang kemajuan teknologi dan militer terbaru mereka.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4