Round-Up

Buntut dari Aksi Bela Polisi Trump Kini Dituding Tak Peduli Kematian Floyd

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 11 Jun 2020 09:37 WIB
President Donald Trump walks past police in Lafayette Park after he visited outside St. Johns Church across from the White House Monday, June 1, 2020, in Washington. Part of the church was set on fire during protests on Sunday night. (AP Photo/Patrick Semansky)
Foto: Presiden AS Donald Trump (AP Photo/Patrick Semansky)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak usulan pembubaran Kepolisian Minneapolis. Buntutnya, Trump dituduh melindungi polisi, yang oknumnya membuat George Floyd merenggang nyawa.

Mulanya, dorongan untuk membubarkan Kepolisian Minneapolis ini datang dari mayoritas anggota Dewan Kota Minneapolis, yang sembilan orang di antaranya turut menghadiri unjuk rasa memprotes kematian George Floyd.

Floyd (46) tewas usai lehernya ditindih dengan lutut seorang polisi Minneapolis saat dia ditangkap atas tuduhan memakai uang palsu di sebuah toko setempat pada 25 Mei lalu. Terkait kasus ini, empat polisi Minneapolis telah dipecat, ditangkap dan didakwa atas pembunuhan Floyd.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Senin (8/6/2020), Presiden Dewan Kota Minneapolis, Lisa Bender, merupakan salah satu yang ikut unjuk rasa di taman setempat pada Minggu (7/6) waktu setempat. Dalam unjuk rasa itu, dia dan 8 anggotanya berkomitmen 'untuk mengakhiri polisi yang kita kenal dan menciptakan ulang sistem yang benar-benar menjaga kita tetap aman'.

"Jelas bahwa sistem kepolisian kita tidak menjaga masyarakat tetap aman. Upaya kita untuk melakukan reformasi tambahan, telah gagal, titik," tegas Bender dalam unjuk rasa itu.

Dalam pernyataan kepada CNN, Bender menegaskan kembali komitmen tersebut. Dia bahkan menyebut bahwa 9 dari 13 anggota Dewan Kota Minneapolis memiliki hak veto mayoritas atas upaya tersebut.

Namun, Trump menolak dorongan untuk membubarkan kepolisi itu. Trump justru membela polisi, karena polisi ia nilai hebat.

Seperti dilansir CNN, Selasa (9/6/2020), penegasan itu disampaikan Trump dalam pertemuan meja bundar dengan anggota otoritas penegak hukum di Gedung Putih pada Senin (8/6) waktu setempat. Dalam pertemuan itu, Trump memuji para pemimpin penegak hukum yang hadir.

Simak video 'Massa Anti-Rasisme Robohkan Patung Christopher Columbus':

Selanjutnya
Halaman
1 2 3