Garda Nasional AS Positif Corona, Demonstran George Floyd Diserukan Tes

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 11 Jun 2020 08:50 WIB
Demonstrators gather in front of the White House to protest the death of George Floyd, Saturday, May 30, 2020, in Washington. Floyd died after being restrained by Minneapolis police officers. (AP Photo/Evan Vucci)
Ilustrasi -- Momen saat demonstran berkumpul di depan Gedung Putih di Washington DC untuk memprotes kematian George Floyd (AP Photo/Evan Vucci)
Washington DC -

Otoritas ibu kota Washington DC di Amerika Serikat (AS) menyerukan semua orang yang ikut unjuk rasa memprotes kematian George Floyd untuk segera menjalani tes virus Corona (COVID-19). Seruan ini disampaikan setelah beberapa tentara Garda Nasional AS yang mengawal demo di Washington DC positif Corona.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (11/6/2020), otoritas Washington DC bergabung bersama wilayah lain seperti Boston, Dallas dan New York yang meminta para demonstran untuk segera dites Corona.

Unjuk rasa memprotes kebrutalan polisi dan rasialisme sistemis yang dipicu kematian Floyd yang digelar di beberapa wilayah AS diketahui dihadiri ribuan orang. Aksi massa ini berlangsung saat pandemi Corona masih merajalela di AS. Sejauh ini, nyaris 2 juta orang terinfeksi di AS, dengan 112 ribu orang meninggal.

"Jika Anda khawatir bahwa Anda terpapar saat pergi keluar di lingkungan Anda atau ikut salah satu demonstrasi, kami mendesak Anda untuk menjalani tes ... antara tiga dan lima hari, tidak lebih cepat dari itu," cetus Wali Kota Washington DC, Muriel Bowser, kepada wartawan setempat.

Otoritas setempat mendorong demonstran untuk memantau gejala-gejala virus Corona yang mungkin muncul. Para demonstran juga didorong untuk bekerja dari rumah, jika dimungkinkan, selama 14 hari dan untuk membatasi pergerakan mereka.

Diketahui bahwa otoritas Washington DC telah meningkatkan ketersediaan tes Corona gratis, termasuk di markas pemadam kebakaran pada malam hari dan saat akhir pekan.

Seruan agar para demonstran menjalani tes Corona juga disampaikan beberapa pakar kesehatan AS lainnya, termasuk pakar penyakit menular AS, Anthony Fauci, yang memperingatkan bahwa aksi unjuk rasa bisa memicu peningkatan kasus Corona.

Pada Rabu (10/6) waktu setempat, pihak Garda Nasional AS melaporkan beberapa personelnya dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Jumlah pastinya tidak diungkap ke publik dengan alasan 'keamanan operasional'. Hanya disebut bahwa beberapa personel diketahui positif Corona setelah sekitar 1.700 personel dikerahkan mengawal unjuk rasa yang digelar di depan Gedung Putih dan di beberapa lokasi lainnya.

(nvc/ita)