Pertokoan Buka Lagi, Sao Paulo Brasil Catat Rekor Kematian Akibat Corona

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 11 Jun 2020 04:05 WIB
Pandemi virus Corona di Brasil kian mengganas. Jumlah kematian terkait COVID-19 di negara tersebut kini telah mencapai 27.878.
Ilustrasi kematian akibat virus Corona di Brasil (Foto: AP Photo)
Sao Paulo -

Sao Paulo, negara bagian paling padat penduduk di Brasil melaporkan rekor jumlah kematian tertinggi akibat virus Corona. Rekor itu tercatat saat pemerintah setempat membuka kembali kegiatan untuk bisnis dan pusat perbelanjaan.

Dilansir dari Reuters, Kamis (11/6/2020), Sao Paulo yang menjadi episenter pandemi virus Corona di Brasil mencatat 340 kematian baru dalam 24 jam terakhir. Angka itu menambah jumlah kematian di Sao Paulo menjadi 9.862 kasus, seperempat dari total angka kematian akibat Corona di Brasil.

Fakta itu tidak menghentikan pembeli memadati distrik pusat perbelanjaan yang sebagian mulai buka pada Rabu (10/6). Sebagian besar toko di Sao Paulo tutup sejak Maret, meskipun sektor krusial seperti supermarket dan apotek tetap buka.

Warga setempat memadati jalan-jalan. Sejumlah karyawan toko mengecek suhu tubuh pembeli yang akan masuk. Toko yang diperbolehkan untuk buka hanya yang menerapkan aturan wajib memakai masker dan menyediakan gel alcohol untuk mencuci tangan.

"Saya takut karena penyebaran virusnya terus bertambah, tapi pada saat yang sama kita harus pergi bekerja dan membeli barang untuk dijual, meskipun selalu dilindungi oleh masker," kata seorang pramuniaga, Vanessa Pereira.

Mal-mal di kota itu akan dibuka kembali pada Kamis waktu setempat selama 4 jam per hari. Pusat perbelanjaan harus menyetujui aturan untuk mengurangi kapasitas akses publik sebagai tindakan pencegahan penularan virus Corona.

Rio de Janeiro, kota dengan penyebaran Corona tertinggi kedua di Brasil, juga akan membuka kembali ma-mal pada Kamis. Wali Kota Rio de Janeiro mengumumkannya sebagai bagian dari pelonggaran pembatasan yang sudah dijadwalkan.

Keputusan untuk membuka kembali pertokoan di Brasil disetujui Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Ia menepis peringatan dari para ahli kesehatan masyarakat bahwa penularan virus Corona masih melonjak di negara tersebut.

(azr/azr)