Trump Sebut Insiden Polisi New York Dorong Lansia 'Jebakan'

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 10 Jun 2020 09:18 WIB
In this image from video provided by WBFO, a Buffalo police officer appears to shove a man who walked up to police Thursday, June 4, 2020, in Buffalo, N.Y. Video from WBFO shows the man appearing to hit his head on the pavement, with blood leaking out as officers walk past to clear Niagara Square. Buffalo police initially said in a statement that a person “was injured when he tripped & fell,” WIVB-TV reported, but Capt. Jeff Rinaldo later told the TV station that an internal affairs investigation was opened. Police Commissioner Byron Lockwood suspended two officers late Thursday, the mayor’s statement said. (Mike Desmond/WBFO via AP)
Momen saat dua polisi Buffalo di New York mendorong seorang kakek berusia 75 tahun yang sedang berjalan di atas trotoar (Mike Desmond/WBFO via AP)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengomentari insiden seorang kakek 75 tahun yang didorong dua polisi Buffalo di New York hingga jatuh dan berdarah. Trump menyebut kakek itu sebagai penghasut dan menyebut insiden itu bisa jadi sebuah jebakan.

Seperti dilansir AFP, Rabu (10/6/2020), dalam komentar yang disampaikan via Twitter, Trump melontarkan kecurigaannya bahwa kakek itu merupakan seorang penghasut dari kelompok sayap kiri-jauh yang sengaja merekayasa insiden tersebut.

"Demonstran Buffalo yang didorong polisi bisa jadi seorang provokator ANTIFA (kelompok anti-fasis). Martin Gugino yang berusia 75 tahun diusir telah tampak sedang memindai komunikasi polisi demi mematikan peralatan," tulis Trump dalam komentarnya via Twitter.

"@OANN Saya telah melihatnya, dia jatuh lebih keras daripada didorong. Sedang membidik (alat) pemindai. Bisakah ini sebuah jebakan?" imbuh Trump.

Diketahui bahwa dua polisi Buffalo di New York telah didakwa atas tindak penyerangan terkait insiden yang terekam kamera pada pekan lalu. Korban yang diidentifikasi sebagai seorang aktivis dan demonstran bernama Martin Gugino (75) didorong polisi dan terjatuh ke belakang hingga kepalanya membentur trotoar dan berdarah. Insiden itu terjadi saat Gugino mendekati barisan polisi yang tengah membersihkan area unjuk rasa dari demonstran.

Gugino dilaporkan dalam kondisi serius dan masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat.

Selanjutnya
Halaman
1 2