Round-Up

Saat Ribuan Orang Antar George Floyd ke Peristirahatan Terakhir

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Jun 2020 05:03 WIB
People wait in line to pay their respect to George Floyd during a public memorial service on Monday, June 8, 2020 at The Fountain of Praise Church, in Houston. (Ricardo B. Brazziell/Austin American-Statesman via AP)
Foto: Ribuan warga mengantri untuk melayat George Floyd (Ricardo B. Brazziell/Austin American-Statesman via AP)
Washington -

Ribuan orang datang untuk melayat ke tempat peristirahatan terakhir George Floyd di Houston, Texas, Amerika Serikat (AS). Para pelayat memberikan penghormatan terakhir pada jenazah pria yang jadi ikon perlawanan rasialisme global itu.

Seperti dilansir AFP, Selasa (9/6) tampak banyak simpatisan Floyd yang membuat tanda salib ketika mereka mendekati peti mati yang terbuka untuk mengucapkan selamat tinggal yang terakhir.

Sementara yang lain berlutut atau menundukkan kepala sembari berdoa untuk pria yang telah menjadi lambang terbaru Amerika dalam perlawanan atas ketidakadilan rasial.

Para pelayat menunggu dengan sabar di tengah cuaca panas Texas, sembari mengenakan masker untuk menghindari penularan virus Corona.

"Ini membawa kita bersama sebagai sebuah negara," kata salah seorang pelayat Kevin Sherrod (41), yang datang dengan ditemani oleh istri dan anaknya.

"Berada di sini bersama anak-anakku sangat berarti," ujar Sherrod menambahkan. "Ini adalah masa dalam sejarah dan mereka akan ingat bahwa mereka adalah bagian darinya."

Calon presiden Demokrat Joe Biden terbang ke Houston pada hari Senin (8/6) untuk pertemuan pribadi dengan keluarga Floyd.

Sementara itu, pertunjukan enam jam di The Fountain of Praise Church -- yang menurut panitia dihadiri lebih dari 6.000 orang -- adalah tahap terakhir dari serangkaian upacara penghormatan kepada Floyd sebelum ia beristirahat pada hari Selasa (9/6) di sebelah makam ibunya di kampung halamannya.

Sementara itu, semasa hidupnya, Floyd dikenal sebagai 'raksasa berhati lembut' meskipun memiliki beberapa catatan kriminal.

Masih dilansir dari AFP, dengan tubuh setinggi 1,93 meter, Floyd dikenal teman-teman dan keluarga sebagai "raksasa berhati lembut," seorang rapper dan atlet yang pernah bermasalah dengan hukum dan punya masalah kecanduan, tetapi selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya.

Ibunya, yang disebut-sebut Floyd saat dirinya sekarat pada 25 Mei di Minneapolis, pindah ke Houston tak lama setelah Floyd dilahirkan pada tahun 1973 di North Carolina.