Round-Up

Pembunuhan George Floyd Berujung Rencana Pembubaran Kepolisian

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 09 Jun 2020 06:37 WIB
Los Angeles Police Department commander Cory Palka, right, talks to another officer as they walk by a burning police car during a protest over the death of George Floyd, Saturday, May 30, 2020, in Los Angeles. Floyd died in Minneapolis police custody on May 25.. (AP Photo/Mark J. Terrill)
Gambar ilustrasi (AP/Mark J. Terrill)

Wali Kota Los Angeles Eric Garcetti telah berjanji untuk bekerja dengan para pemimpin negara untuk "memajukan undang-undang yang melindungi kehidupan orang kulit hitam dan komunitas warga bukan kulit putih."

"Saya bangga warga L.A memimpin gerakan damai dan kuat untuk membangun kota yang adil, sesuai moral, dan tidak memihak," kata Garcetti.

Wali Kota New York de Blasio juga berjanji untuk membuat kotanya "lebih adil." Dia mengusulkan bahwa beberapa bagian dari anggaran polisi akan didistribusikan kembali untuk kaum muda dan pekerjaan sosial, sementara catatan petugas kepolisian juga akan dibuat lebih transparan.

De Blasio mengatakan usulan reformasi polisi hanya langkah pertama dan bahwa langkah lanjutan masih perlu diupayakan. "Anda akan melihat lebih banyak perubahan. Saya berjanji kepada Anda itu," cuitnya di Twitter.

Pembubaran seluruh departemen kepolisian pernah terjadi sebelumnya di AS. Associated Press melaporkan bahwa situasi tersebut pernah terjadi di Camden, New Jersey pada tahun 2012 lalu. Saat itu, Departemen Kepolisian Camden dibubarkan dan digantikan oleh satuan baru yang mencakup Camden County. Langkah serupa juga terjadi di Compton, California, tahun 2000, yang berujung pengalihan satuan kepolisian ke Los Angeles County.

Halaman

(dnu/dnu)