ADVERTISEMENT

Round-Up

Pembunuhan George Floyd Berujung Rencana Pembubaran Kepolisian

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 09 Jun 2020 06:37 WIB
Los Angeles Police Department commander Cory Palka, right, talks to another officer as they walk by a burning police car during a protest over the death of George Floyd, Saturday, May 30, 2020, in Los Angeles. Floyd died in Minneapolis police custody on May 25.. (AP Photo/Mark J. Terrill)
Gambar ilustrasi (AP/Mark J. Terrill)
Minneapolis -

Jerit rakyat Paman Sam menolak rasisme di negaranya memengaruhi lembaga aparat yang menaungi pembunuh George Floyd (48). Kepolisian Minneapolis bakal bubar.

Sebagaimana diketahui, George Floyd (48) tewas di bawah lutut seorang anggota kepolisian Minneapolis bernama Derek Chauvin (44) pada 25 Mei lalu.

Belakangan, Chauvin dipecat dari korpsnya. Namun masalah tak lantas selesai. Isu antirasisme terus disuarakan oleh orang-orang, bukan hanya warga Minneapolis saja yang menyuarakan antirasisme namun juga banyak orang di seluruh dunia.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Senin (8/6), Presiden Dewan Kota Minneapolis, Lisa Bender, ikut berdemonstrasi pada Minggu (7/6) waktu setempat. Dia beraksi turun ke jalan bersama delapan anggota dewan kota lainnya.

Lisa Dender dan 8 anggota dewan kota berkomitmen 'mengakhiri polisi yang kita kenal dan menciptakan ulang sistem yang benar-benar menjaga kita tetap aman'.

"Jelas bahwa sistem kepolisian kita tidak menjaga masyarakat tetap aman. Upaya kita untuk melakukan reformasi tambahan, telah gagal, titik," tegas Bender dalam unjuk rasa itu.

Dalam pernyataan kepada CNN, Bender menegaskan kembali komitmen tersebut. Dia bahkan menyebut bahwa 9 dari 13 anggota Dewan Kota Minneapolis memiliki hak veto mayoritas atas upaya tersebut.

"Kami berkomitmen untuk membubarkan kepolisian yang kita kenal di kota Minneapolis dan untuk membangunnya kembali dengan masyarakat kita, sebuah model baru untuk keselamatan publik yang benar-benar menjaga masyarakat tetap aman," tegas Bender kepada CNN.

Simak video 'Polisi di AS Tembak Pria Kulit Hitam dengan Pistol Setrum':



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT