Difabel Palestina Dibunuh Polisi Israel, PM Netanyahu Ucapkan Belasungkawa

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 07 Jun 2020 20:36 WIB
File - In this Sunday, Dec. 29, 2019 file photo, Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu attends the weekly cabinet meeting at his office in Jerusalem. Netanyahu said Monday that he would seek immunity from corruption charges, likely delaying any trial until after March elections, when he hopes to have a majority coalition that will shield him from prosecution. (Abir Sultan /Pool photo via AP, File)
PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Abir Sultan/Pool photo via AP, File)
Yerusalem -

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Iyad al-Halaq. Iyad merupakan warga Palestina penderita autisme, yang ditembak mati polisi Israel di Yerusalem Timur pada akhir Mei lalu.

"Apa yang terjadi pada Iyad al-Halaq adalah sebuah tragedi. Ini adalah seorang pria penyandang cacat, autisme, yang dicurigai - dan kami (sekarang) tahu salah - menjadi teroris di tempat yang sangat sensitif," kata Netanyahu, yang kemudian berhenti sejenak untuk meminta maaf, dikutip dari AFP, Minggu (7/6/2020).

Saat ini, divisi urusan internal kepolisian sedang menyelidiki penembakan pria berkebutuhan khusus itu.

"Saya tahu (polisi) sedang melakukan pemeriksaan. Kita semua berbagi dalam kesedihan keluarga," kata Netanyahu dalam sambutan publik kepada kabinetnya.

Sebelumnya, al-Halaq ditembak mati dalam pengejaran polisi di Kota Tua Yerusalem pada Sabtu (30/5) lalu. Al-Halaq ditembak mati lantaran dicurigai membawa senjata.

Aksi itu pun mendapat banyak kecaman. Partai Fatah yang merupakan pengusung Presiden Palestina Mahmud Abbas mengecam pembunuhan itu sebagai "Kejahatan perang".

Mereka mengatakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bertanggung jawab penuh atas "Eksekusi seorang pemuda yang cacat".

Ratusan orang juga menghadiri pemakaman Halaq seminggu yang lalu. Pejabat Palestina dan keluarga Halaq mengatakan dia menderita autisme parah dan panik dan berlari setelah para petugas menghadangnya.

(mae/zlf)