Diduga Jadi Korban Rasisme, 3 Warga China Dibunuh-Dibakar di Zambia

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 07 Jun 2020 13:21 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock

Pada hari-hari menjelang pembunuhan itu, Wali Kota Lusaka Miles Sampa menuduh seorang bos China di wilayahnya melakukan "perbudakan," menggunakan istilah "Chinaman," yang kemudian memicu perpecahan rasial.

Sampa bahkan mengunggah video di Facebooknya yang mengatakan bahwa "virus Corona tidak berasal dari orang hitam Zambia. Virus ini berasal dari Cina."

Ada sekitar 22.000 warga negara China yang tinggal di Zambia, yang mengoperasikan 280 perusahaan, sebagian besar tersebar di Lusaka dan Copperbelt di utara. Beijing memiliki sekitar 44% dari utang Zambia, yang menimbulkan ketakutan di antara beberapa warga Zambia bahwa China memiliki terlalu banyak kendali atas negara itu.

Sementara polisi tidak secara langsung mengaitkan pembunuhan itu dengan sentimen anti-Cina. Kejahatan itu muncul sebagai pengingat akan ledakan kekerasan yang dihadapi beberapa orang China ketika tinggal di Zambia, mitra kunci bagi China di sepanjang proyek Belt and Road yang didambakan.

"Bahkan beberapa orang yang tinggal di sini selama lebih dari 20 tahun, mereka juga terkejut dengan kegiatan kriminal semacam itu," kata Eric Shen, seorang pengusaha China yang telah tinggal di Zambia selama lebih dari satu dekade.


(mae/dhn)