Round-Up

Trump Tak Henti Bikin Kontroversi soal George Floyd

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 22:48 WIB
President Donald Trump returns to the White House after visiting outside St. Johns Church, Monday, June 1, 2020, in Washington. Part of the church was set on fire during protests on Sunday night. (AP Photo/Patrick Semansky)
Presiden AS Donald Trump (AP Photo/Patrick Semansky)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat kontroversi terkait George Floyd. Kali ini, pidato Trump memicu kritikan dari berbagai pihak.

Reaksi negatif kembali muncul setelah Trump menyebut 'hari hebat' untuk George Floyd dalam pidato terbarunya di Gedung Putih.

"Kita semua melihat apa yang terjadi pekan lalu. Kita tidak bisa membiarkan hal seperti itu terjadi," ujar dalam pidato terbaru di Rose Garden, Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Sabtu (6/6/2020).

Ucapan Trump merujuk pada Floyd yang tewas di tangan polisi Minneapolis pada 25 Mei lalu.

"Semoga George memandang ke bawah sekarang dan mengatakan, 'Ini hal yang hebat yang terjadi pada negara kita sekarang'. Hari yang hebat untuknya. Ini hari yang hebat untuk semua orang," sebut Trump.

Ungkapan 'hari hebat' dari Trump memicu kebingungan publik. Pidato itu disampaikan Trump pada Jumat (5/6) waktu setempat, atau sekitar 11 hari setelah kematian Floyd di tangan polisi Minneapolis.

"Ini adalah hari yang hebat, hebat untuk kesetaraan," imbuh Trump

Ucapan trump menjadi kontroversi karena dia dituduh oleh banyak pihak gagal menanggapi praktik rasialisme, kebrutalan polisi dan ketidaksetaraan yang diprotes oleh para demonstran.

Pernyataan ini disampaikan sebelum Trump menandatangani legislasi yang mengatur fleksibilitas pinjaman untuk bisnis kecil. Trump memanggil media ke Gedung Putih untuk menyambut laporan ketenagakerjaan AS yang kuat, yang bertentangan dengan apa yang diperkirakan para ekonom di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) yang merajalela. Isi pidato Trump lainnya membahas kabar baik soal perekonomian AS, yang disebutnya kini dalam mode 'roket'.

Komentar Trump soal 'hari hebat' ini dianggap banyak pihak terlalu dekat dalam menyatukan kematian Floyd dengan kabar perekonomian yang membaik di AS. Trump juga dianggap mencatut nama Floyd saat membahas isu ekonomi.

Namun Gedung Putih menyebut interpretasi semacam itu 'salah'. Gedung Putih menyatakan Trump bicara soal kesetaraan keadilan dalam hukum.

"Sangat jelas bahwa Presiden berbicara soal perjuangan untuk kesetaraan keadilan dan perlakuan yang sama di bawah hukum saat dia menyampaikan komentar ini," sebut penasihat komunikasi senior Gedung Putih, Ben Williamson, via Twitter.

Diketahui bahwa Trump membahas tema tersebut sebelum berbicara soal Floyd. "Kesetaraan keadilan di bawah hukum harus berarti bahwa setiap warga Amerika mendapatkan perlakuan yang sama dalam setiap pertemuan dengan penegak hukum terlepas apapun ras, warna kulit, jenis kelamin atau keyakinannya," ucapnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2