Trump Klaim AS Telah Melewati Situasi Terburuk Pandemi Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 14:37 WIB
President Donald Trump returns to the White House after visiting outside St. Johns Church, Monday, June 1, 2020, in Washington. Part of the church was set on fire during protests on Sunday night. (AP Photo/Patrick Semansky)
Donald Trump (AP Photo/Patrick Semansky)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengklaim bahwa AS telah melewati situasi terburuk dari pandemi virus Corona (COVID-19). Hal ini disampaikan Trump setelah adanya peningkatan mengejutkan untuk jumlah pekerjaan baru setelah angka pengangguran bertambah akibat virus Corona.

"Kita memiliki perekonomian terbesar dalam sejarah dunia. Dan kekuatan itu memampukan kita untuk melewati pandemi mengerikan ini, sebagian besar telah terlewati, saya pikir kita melakukannya dengan sangat baik," ucap Trump dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Sabtu (6/6/2020).

"Kita mengambil setiap keputusan dengan benar," ujarnya, merujuk pada cara penanganan pandemi Corona yang menewaskan lebih dari 109 ribu orang.

"Kita mengambil langkah besar dalam kemunculan kembali kita," imbuh Trump.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa perekonomian akan pulih lebih cepat jika otoritas negara bagian dan otoritas lokal mengakhiri lockdown yang dimaksudkan untuk menghentikan penyebaran virus Corona. "Kita ingin lockdown berkelanjutan untuk diakhiri di negara-negara bagian," cetusnya.

Pada Jumat (5/6) waktu setempat, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa negara ini memperoleh 2,5 juta pekerjaan pada bulan Mei. Angka pengangguran dilaporkan menurun ke 13,3 persen, setelah banyak orang kehilangan pekerjaan dalam beberapa bulan sebelumnya akibat virus Corona.

"Hari ini mungkin adalah comeback terhebat dalam sejarah Amerika tapi ini tidak akan berhenti di sini. Saya pikir kita akan benar-benar kembali lebih tinggi daripada sebelumnya pada tahun depan, dan satu-satunya hal yang bisa menghentikan kita adalah kebijakan yang buruk," tegasnya.

Data penghitungan Johns Hopkins University (JHU) menyebut total kasus virus Corona di AS kini mencapai 1.897.838 kasus, dengan 109.143 kematian.

(nvc/rdp)