Ikuti Jejak Trump, Presiden Brasil Ancam Akan Keluar dari WHO

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 09:46 WIB
Brazils President Jair Bolsonaro arrives for a flag raising ceremony outside Alvorada palace, the presidential residence in Brasilia, Brazil, Tuesday, May 12, 2020. The morning ceremony flew Brazils flag at half mast to mourn those who have died from the new coronavirus. (AP Photo/Eraldo Peres)
Jair Bolsonaro (AP Photo/Eraldo Peres)
Brasilia -

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, mengancam akan menarik Brasil dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Bolsonaro tampaknya mengikuti jejak Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dengan menuduh WHO memiliki 'bias ideologis'.

"Saya memberitahu Anda sekarang, Amerika Serikat meninggalkan WHO, dan kita sedang mempelajari itu, di masa mendatang. Entah WHO bekerja tanpa bias ideologis, atau kita keluar juga," tegas Bolsonaro kepada wartawan di luar istana kepresidenan Brasil, seperti dilansir AFP, Sabtu (6/6/2020).

Bolsonaro yang terkadang disebut 'Tropical Trump' telah mengikuti langkah yang ditempuh Trump dalam menangani pandemi Corona. Bolsonoro diketahui meremehkan keseriusan virus Corona, mengkritik langkah 'tetap di rumah' yang diberlakukan otoritas negara bagian di Brasil, dan menggembar-gemborkan efek obat chloroquine dan hydroxychloroquine terhadap virus Corona.

Sepekan lalu, Trump mengumumkan bahwa AS memutuskan hubungan dengan WHO setelah menuduh badan kesehatan PBB itu cenderung menguntungkan China, yang berselisih dengan AS terkait asal-usul virus Corona dan pandemi yang dipicunya.

Bolsonaro menyebut bahwa tidaklah kebetulan bahwa beberapa hari usai pengumuman Trump, WHO mengumumkan penangguhan uji coba klinis hydroxychloroquine untuk virus Corona. WHO menghentikan uji coba usai kajian utama membahas kekhawatiran soal keamanan dan efektivitas obat malaria itu dalam mengobati virus Corona.

Langkah WHO ini membuat kesal Trump yang sangat mendukung penggunaan obat itu dan bahkan dia mengkonsumsinya sebagai pencegahan. Pada Kamis (4/6) lalu, kajian yang menjadi dasar penghentian uji coba dicabut oleh para ilmuwan yang menyusun kajian itu. WHO melanjutkan kembali uji coba hydroxychloroquine.

Dalam komentarnya, Bolsonaro menuduh langkah WHO melanjutkan uji coba itu disebabkan karena organisasi itu telah kehilangan kontribusi tahunan AS sebesar US$ 400 juta. "Trump memangkas dana mereka, dan mereka (WHO-red) mengambil langkah mundur pada segalanya. Chloroquine kembali," ucapnya.

Sejauh ini, Brasil mencatat lebih dari 645 ribu kasus virus Corona, dengan kematian melebihi 35 ribu orang. Jumlah kematian itu menjadikan Brasil sebagai negara ketiga dengan total kematian terbanyak di dunia setelah AS dan Inggris.

Tonton juga 'Brasil Mulai Uji Coba Vaksin COVID-19 Inggris untuk 2 Ribu Partisipan':

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/rdp)