Imbas Corona, Masker Bekas Berserakan di Pantai-pantai Hong Kong

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 05 Jun 2020 17:43 WIB
Limbah masker wajah di Hong Kong (AFP Photo)
Foto: Limbah masker wajah di Hong Kong (AFP Photo)

Selama kunjungan belakangan ini, para konservasionis menghitung dan menemukan 70 masker dari hamparan 100 meter pantai.

"Sejak masyarakat mulai mengenakan masker, penyebab dan dampaknya sekarang terlihat di pantai," kata Stokes.

7,5 juta penduduk Hong Kong menghasilkan enam juta ton limbah setiap tahun, hanya sekitar 30 persennya yang didaur ulang.

Bahkan sebelum Corona muncul, penduduk sering memakai sungkup muka dalam perjalanan harian, terutama selama musim flu pada musim dingin.

Tetapi kemunculan penyakit COVID-19 yang mematikan telah membuat pemakaian masker meningkat. Meskipun kedekatan lokasinya dengan China daratan - asal mula wabah - sebagian besar wilayah Hong Kong telah berhasil mengalahkan virus Corona ini, dengan lebih dari 1.000 infeksi dan empat kematian.

Sekarang semakin banyak perusahaan menawarkan masker yang dapat digunakan kembali. Pemerintah juga telah meluncurkan inisiatif untuk mengirimkan masker yang bisa dicuci kepada semua warga. Tapi masker sekali pakai tetap menjadi pilihan paling populer.

"Apa yang akan saya tunggu adalah ketika kita akan mendapatkan lumba-lumba mati atau lumba-lumba terhanyut dengan masker di dalam perut mereka," kata Stokes.

"Jelas ini adalah item lain yang masuk laut dan bisa dikira makanan (oleh mereka)," imbuhnya.

Halaman

(rdp/ita)