Foto-foto di Area Terlarang Pangkalan Angkatan Laut AS, 3 Warga China Dibui

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 05 Jun 2020 16:15 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Florida -

Tiga warga negara China diadili dan dijatuhi hukuman minimum 12 bulan penjara di Amerika Serikat (AS) karena memasuki area terlarang di pangkalan Angkatan Laut di Key West, Florida, untuk foto-foto.

Seperti dilansir CNN, Jumat (5/6/2020), salah satu warga China yang diidentifikasi bernama Liao Lyuyou (27) divonis 12 bulan penjara, setelah mengaku bersalah atas dakwaan masuk secara ilegal ke dalam area terlarang di Naval Air StationKey West pada Desember tahun lalu.

Di dalam kompleks militer AS itu, menurut kantor Jaksa AS untuk distrik Florida Selatan, Liao mengambil beberapa foto dan video.

Dalam kasus terpisah, dua warga China yang diidentifikasi bernama Jielun Zhang (25) dan Yuhao Wang (24) divonis 12 bulan penjara dan 9 bulan penjara. Keduanya mengaku bersalah atas dakwaan masuk secara ilegal ke area terlarang di pangkalan laut yang sama dengan yang dimasuki Liao. Menurut jaksa, keduanya juga mengambil beberapa foto di dalam kompleks militer itu.

Liao ditangkap pada 26 Desember 2019 karena masuk ke area terlarang dan mengambil foto gedung-gedung pemerintahan AS di dekat fasilitas militer yang sensitif. Dokumen pengadilan menyebut dia sempat diberi peringatan secara verbal, namun tidak mematuhinya.

Disebutkan dalam dokumen pengadilan bahwa Liao melewati pagar keamanan yang 'banyak dipasangi peringatan' dan terus berjalan ke area terlarang, serta mengambil foto-foto setelah 'saksi-saksi memperingatkannya secara verbal'. Liao kemudian memberitahu petugas bahwa dia bisa membaca dan memahami bahasa Inggris, namun tidak terlalu lancar berbicara bahasa Inggris.

Menurut dokumen pengadilan, Liao mengaku dirinya berniat mengambil foto matahari terbit setelah polisi militer AS mendekatinya. Dia mengizinkan polisi militer AS memeriksa kameranya, yang menunjukkan foto-foto Truman Annex dan gedung pemerintah lainnya di kompleks itu.

Sepekan kemudian atau pada 4 Januari, Jielun dan Yuhao mendekati pos penjaga di diler Hyundai yang ada di Sigsbee Annex pada Naval Air Station di Key West. Keduanya diminta keluar dari fasilitas itu setelah diketahui tidak memiliki kartu identitas militer. Namun mereka tidak mematuhi instruksi itu dan tetap di dalam fasilitas selama 30 menit.

Personel keamanan Angkatan Laut AS diizinkan memeriksa telepon genggam dan kamera yang dibawa keduanya. Diketahui ada foto properti di Sigsbee Annex, termasuk bangunan militer di Fleming Key.

Insiden yang melibatkan tiga warga China ini terjadi setelah dua pejabat Kedutaan Besar China 'diusir secara diam-diam' oleh AS, tahun lalu, setelah mereka masuk ke pangkalan militer yang 'sensitif' di dekat Norfolk, Virginia.

(nvc/ita)