Round-Up

Jerat Hukum untuk 4 Polisi Pembunuh George Floyd

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 05 Jun 2020 06:38 WIB
This combination of photos provided by the Hennepin County Sheriffs Office in Minnesota on Wednesday, June 3, 2020, shows Derek Chauvin, from left, J. Alexander Kueng, Thomas Lane and Tou Thao. Chauvin is charged with second-degree murder of George Floyd, a black man who died after being restrained by him and the other Minneapolis police officers on May 25. Kueng, Lane and Thao have been charged with aiding and abetting Chauvin. (Hennepin County Sheriffs Office via AP)
Foto: Empat tersangka pembunuhan George Floyd (Hennepin County Sheriff's Office via AP)
New York -

Empat polisi yang bertanggung jawab atas kematian George Floyd kini telah dihukum. Dakwaan pun dijeratkan pada Derek Chauvin, mantan polisi Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat (AS) dan 3 polisi lainnya.

Seperti dilansir AFP, Kamis (4/6/2020), kematian Floyd (46) pada 25 Mei lalu memicu unjuk rasa besar-besaran di berbagai negara bagian AS atas rasialisme sistemis dan kebrutalan polisi. Floyd tewas setelah leher dan punggungnya ditekan lutut beberapa polisi saat dia ditangkap atas tuduhan menggunakan uang palsu di sebuah toko.

Empat orang polisi Minneapolis pelaku kekerasan itu kemudian langsung dipecat. Mereka juga ditangkap untuk diadili.

Salah satu terdakwa dalam kasus ini, Derek Chauvin, ditangkap dan dijerat dakwaan pidana terlebih dulu karena dia menekan lututnya ke leher Floyd selama beberapa menit hingga dia tidak bisa bernapas. Chauvin awalnya didakwa atas pembunuhan tingkat ketiga, yang mendekati tindak pembunuhan tidak disengaja (manslaughter).

Pekan ini, dakwaan atas Chauvin dinaikkan menjadi dakwaan pembunuhan tingkat kedua. Pembunuhan tingkat kedua memiliki ancaman hukuman yang lebih berat. Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa dakwaan pembunuhan tingkat kedua telah ditambahkan ke dalam dakwaan yang dijeratkan pada Chauvin.

"Saya meyakini bukti yang ada bagi kita sekarang mendukung dakwaan lebih berat atas pembunuhan tingkat kedua," ucap Jaksa Agung Minnesota, Ketih Ellison.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2