Marah dan Terkejut, Eks Kepala Pentagon Tuduh Trump Coba Memecah Belah AS

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 10:24 WIB
Mantan Kepala Pentagon Jim Mattis (AFP Photo)
Foto: Mantan Kepala Pentagon Jim Mattis (AFP Photo)
Washington DC -

Mantan Kepala Pentagon Jim Mattis mengkritik keras gaya kepemimpinan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam menangani gelombang demonstrasi George Floyd. Dia menuduh Trump mencoba memecah belah negeri Paman Sam itu.

Seperti dilansir dari AFP, Kamis (4/6/2020), Mattis turut memberikan dukungan terhadap aksi demonstrasi anti-rasisme usai kematian George Floyd. Diketahui Mattis mengundurkan diri sebagai kepala Pentagon pada Desember 2018 atas perintah Trump untuk penarikan pasukan penuh dari Suriah.

"Donald Trump adalah presiden pertama dalam hidup saya yang tidak mencoba menyatukan orang-orang Amerika - bahkan tidak berpura-pura mencoba," tulis Mattis dalam pernyataannya yang diunggah oleh situs The Atlantic.

"Alih-alih, dia mencoba memecah belah kita," lanjut pensiunan jenderal Marinir ini. "Kita menyaksikan konsekuensi tiga tahun tanpa kepemimpinan yang matang."

Mattis mengaku "marah dan terkejut" usai menyaksikan peristiwa pekan lalu, saat Trump mengancam akan mengerahkan pasukan militer untuk menangani warga AS yang terlibat demonstrasi yang berujung kerusuhan di beberapa kota.

Kemarahan warga itu tersulut oleh pembunuhan George Floyd pada 25 Mei lalu. Floyd adalah seorang pria kulit hitam yang mati lemas usai diinjak dengan lutut seorang polisi kulit putih. Detik-detik kematian Floyd ini pun terekam dalam sebuah video.

Sebagian besar demonstrasi berlangsung damai, tetapi beberapa di antaranya telah berubah menjadi aksi kerusuhan dan penjarahan saat malam tiba.

Tonton video 'Penembakan Terjadi di AS, Tak Terkait Demo George Floyd':