International Updates

Trump Bikin Pemuka Agama AS Marah, PM Kanada Kehabisan Kata-kata

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 17:14 WIB
Donald Trump berkunjung dan berfoto sambil memegang Alkitab di depan Gereja St Johns Church, Senin (1/6). Aksi itu membuat marah pemuka agama Kristen di AS.
Foto: AP/Patrick Semansky
Washington -

Para pemuka agama Kristen di Amerika Serikat mengungkapkan kemarahan mereka terhadap Presiden AS Donald Trump yang berfoto di depan sebuah gereja di Washington dengan memegang sebuah Alkitab. Terlebih sesi foto tersebut dilakukan setelah aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran damai kasus George Floyd di daerah sekitar.

"Itu traumatis dan sangat ofensif, dalam arti bahwa sesuatu yang sakral disalahgunakan untuk isyarat politik," cetus Uskup Episkopal Washington Mariann Budde di stasiun radio publik NPR, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (3/6/2020).

Budde mengatakan bahwa Trump yang para pendukungnya termasuk banyak orang Kristen evangelis itu, menggunakan "kekuatan simbolis kitab suci kita, memegangnya di tangannya seolah-olah itu adalah pembenaran posisi dan otoritasnya."

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (3/6/2020):

- Wartawannya Diinjak Polisi AS Saat Liput Demo George Floyd, Rusia Marah

Wartawan asal Rusia mengalami tindak kekerasan di Amerika Serikat (AS) saat meliput aksi demo atas kematian George Floyd. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia menuntut agar AS "mengambil tindakan segera" untuk menghentikan kekerasan polisi terhadap wartawan.

"Kami marah atas kekerasan yang sedang berlangsung yang digunakan oleh penegak hukum Amerika terhadap media internasional yang meliput protes di AS, termasuk Rusia," kata Kemenlu Rusia dalam pernyataannya seperti yang dilansir AFP, Rabu (3/6/2020).

"Kami menuntut agar otoritas AS mengambil langkah-langkah mendesak untuk mencegah wartawan menjadi sasaran impunitas polisi," tambahnya.

- 6 Polisi AS Didakwa Atas Penyerangan Demonstran George Floyd, 2 Dipecat

Enam petugas Kepolisian Atlanta, Amerika Serikat didakwa menggunakan kekuatan berlebihan selama penangkapan dua mahasiswa dalam aksi protes kasus kematian George Floyd.

Demikian diumumkan Jaksa Distrik Fulton County, Paul Howard seperti dilansir media CNN, Rabu (3/6/2020).

Keenam polisi itu terekam kamera di pada Sabtu (30/5) malam waktu setempat di jantung kota Atlanta, memecahkan kaca sebuah kendaraan, menarik seorang wanita keluar dari mobil dan menangkap seorang pemuda. Kedua korban kemudian diidentifikasi sebagai mahasiswa di Spellman dan Morehouse, keduanya secara bersejarah dikenal sebagai kampus kulit hitam. Saat itu, kedua orang tersebut akan pulang ke rumah usai mengikuti aksi demo memprotes kematian George Floyd di tangan polisi yang menangkapnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2