PM Inggris Tawarkan Visa untuk Jutaan Warga Hong Kong

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 15:58 WIB
Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, kembali muncul ke publik setelah nyaris sebulan terinfeksi virus Corona.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (Foto: PA Images via Getty Images/Aaron Chown)

Para penentang UU baru itu khawatir itu akan mengarah pada penindasan politik di pusat keuangan itu, mengikis kebebasan dan otonomi yang seharusnya dijamin ketika Inggris menyerahkan Hong Kong kepada China pada 1997.

Johnson menyebut UU baru itu akan "membatasi kebebasan dan secara dramatis mengikis otonomi."

Jika diterapkan, maka "Inggris tidak punya pilihan selain menjunjung tinggi ikatan sejarah dan persahabatan dengan rakyat Hong Kong," tulisnya.

"Saya harap itu tidak sampai seperti ini," tulisnya, seraya menegaskan bahwa "Inggris tidak berusaha mencegah kebangkitan China".

"Justru karena kami menyambut China sebagai anggota terkemuka komunitas dunia yang kami harapkan akan mematuhi perjanjian internasional," tulisnya.


(ita/ita)