Ditanya Soal Demo Rusuh George Floyd di AS, PM Kanada Kehabisan Kata-kata

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 10:07 WIB
Prime Minister Justin Trudeau speaks during a press conference in Ottawa on Saturday, Jan. 11, 2020. Trudeau says Iran must take full responsibility for mistakenly shooting down a Ukrainian jetliner, killing all 176 civilians on board. (Justin Tang/The Canadian Press via AP)
PM Kanada Justin Trudeau (Foto: Justin Tang/The Canadian Press via AP)
Ottawa -

Semua mata tengah tertuju ke Amerika Serikat yang dilanda aksi-aksi demo besar-besaran untuk memprotes kematian George Floyd di tangan polisi yang menangkapnya. Bahkan Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau sempat kehabisan kata-kata ketika ditanyai mengenai situasi yang terjadi di AS saat ini.

Trudeau sempat terdiam ketika wartawan menanyakan pendapatnya tentang Presiden AS Donald Trump yang memerintahkan pengerahan militer untuk mencegah terjadinya kembali aksi-aksi demo kasus George Floyd yang diwarnai kerusuhan.

"Kita semua menyaksikan dengan ngeri dan ketakutan akan apa yang terjadi di Amerika Serikat," kata Trudeau setelah sempat terdiam beberapa saat, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (3/6/2020).

"Sekarang adalah waktu untuk mendengarkan, ini adalah waktu untuk menyatukan orang-orang dan waktu untuk mempelajari ketidakadilan apa yang terus terjadi meskipun ada kemajuan selama bertahun-tahun dan beberapa dekade," imbuh pemimpin Kanada tersebut.

Trudeau mengatakan hal itu saat menjawab pertanyaan wartawan CBC, yang juga meminta pendapatnya tentang polisi AS yang menggunakan gas air mata untuk membubarkan para demonstran damai di luar Gedung Putih, agar Trump bisa berjalan kaki menuju sebuah gereja bersejarah untuk sekadar berfoto-foto.

Simak video 'Gubernur Minnesota Tolak Kerahkan Militer Atasi Demo George Floyd':

Selanjutnya
Halaman
1 2