Joe Biden: Trump Gunakan Militer AS untuk Melawan Rakyat

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 12:06 WIB
President Donald Trump returns to the White House after visiting outside St. Johns Church, Monday, June 1, 2020, in Washington. Part of the church was set on fire during protests on Sunday night. (AP Photo/Patrick Semansky)
Trump saat berjalan kaki kembali ke Gedung Putih usai mengunjungi St. John's Church untuk berfoto (AP Photo/Patrick Semansky)
Washington DC -

Kritikan menghujani Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump usai polisi menembakkan gas air mata untuk membersihkan demonstran yang memprotes kematian George Floyd di luar Gedung Putih. Hal ini dilakukan agar Trump bisa berfoto di depan St. John's Church yang dilanda kebakaran dalam unjuk rasa akhir pekan.

Seperti dilansir AFP, Selasa (2/6/2020), kritikan untuk Trump datang dari Wali Kota Washington DC, Uskup Episcopal Washington DC hingga mantan Wakil Presiden (Wapres) AS Joe Biden, yang kini menjadi kandidat capres AS dari Partai Demokrat dan berpotensi menjadi penantang utama Trump dalam pilpres 2020.

Dalam komentar via Twitter, Biden mengecam Trump yang disebutnya 'menggunakan militer Amerika untuk melawan rakyat Amerika'.

"Dia (Trump-red) menembakkan gas air mata ke arah demonstran yang damai dan menembakkan peluru karet. Untuk sebuah foto," kata Biden dalam cuitannya pada Senin (1/6) malam waktu setempat. "Demi anak-anak kita, demi setiap jiwa dari negara kita, kita harus mengalahkannya," imbuhnya.

Diketahui bahwa dalam pidatonya di Gedung Putih, sebelum berkunjung ke St. John's Church, Trump mengatakan bahwa dirinya memerintahkan pengerahan militer untuk membersihkan kerusuhan yang terjadi di berbagai wilayah dalam unjuk rasa memprotes kematian Floyd.

Saat Trump masih berpidato di Rose Garden Gedung Putih, suara tembakan gas air mata dan peluru karet yang dilepaskan polisi terhadap para demonstran yang beraksi damai di Taman Lafayette, bisa terdengar hingga ke halaman Gedung Putih. Wali Kota Washington DC, Muriel Bowser, menyebut langkah itu 'memalukan'.

"Saya memberlakukan jam malam pukul 19.00 waktu setempat. Sekitar 25 menit sebelum jam malam dan tanpa provokasi, polisi federal menggunakan munisi terhadap demonstran damai di depan Gedung Putih, sebuah tindakan yang akan menjadikan tugas personel @DCPoliceDept semakin sulit," ujarnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2