Trump Kerahkan Ribuan Tentara-Polisi di Washington Usai Demo George Floyd

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 07:47 WIB
A U.S. National Guard soldier watches over Hollywood Blvd., Sunday, May 31, 2020, in Los Angeles. Protests were held in U.S. cities over the death of George Floyd, a black man who died after being restrained by Minneapolis police officers on May 25. (AP Photo/Chris Pizzello)
Foto: AP Photo
Washington -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengerahan ribuan tentara dan polisi bersenjata berat untuk mencegah terjadinya kembali aksi-aksi demo rusuh di ibu kota AS, Washington DC.

"Apa yang terjadi di kota ini tadi malam benar-benar memalukan," ujar Trump dalam pidato nasional pada Senin (1/6) waktu setempat, di saat gas air mata dilepaskan ke warga yang berdemo di jalan-jalan dekat Gedung Putih. Sebelumnya, kerusuhan telah menyebabkan gedung-gedung dan monumen di dekat Gedung Putih mengalami kerusakan.

"Saya mengerahkan ribuan tentara yang bersenjata lengkap, personel militer, dan petugas penegak hukum untuk menghentikan kerusuhan, penjarahan, vandalisme, penyerangan, dan pengrusakan properti secara tidak terduga," imbuh Trump seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (2/6/2020).

Trump mengecam apa yang disebutnya sebagai "aksi teror domestik" yang terjadi usai aksi protes nasional terhadap kematian seorang pria Afrika-Amerika, George Floyd di tangan polisi AS yang menangkapnya. Aksi demo di banyak kota di AS tersebut telah berubah menjadi kerusuhan massal.

Tonton juga 'Detik-detik Lampu Gedung Putih Dimatikan Saat Digeruduk Pendemo':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2