Berdemo soal George Floyd Saat London Lockdown, 23 Orang Dicokok Polisi

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 10:21 WIB
Demonstrators block the road as they gather outside the US Embassy in London on May 31, 2020 to protest the death of George Floyd, an unarmed black man who died after a police officer knelt on his neck for nearly nine minutes during an arrest in Minneapolis, USA. - Hundreds gathered in central London and marched to teh US Embassy to protest the death of an unarmed black man in Minneapolis while in police custody that has sparked days of unrest in the US city and beyond. (Photo by JUSTIN TALLIS / AFP) / The erroneous mention[s] appearing in the metadata of this photo by JUSTIN TALLIS has been modified in AFP systems in the following manner: [London] instead of [Brighton]. Please immediately remove the erroneous mention[s] from all your online services and delete it (them) from your servers. If you have been authorized by AFP to distribute it (them) to third parties, please ensure that the same actions are carried out by them. Failure to promptly comply with these instructions will entail liability on your part for any continued or post notification usage. Therefore we thank you very much for all your attention and prompt action. We are sorry for the inconvenience this notification may cause and remain at your disposal for any further information you may require.
Demonstran memblokir jalanan saat berkumpul di luar Kedubes AS di London untuk memprotes kematian George Floyd (AFP/JUSTIN TALLIS)
London -

Sedikitnya 23 demonstran dicokok polisi di London, Inggris, dalam aksi solidaritas untuk warga Amerika Serikat (AS) yang memprotes kematian pria kulit hitam bernama George Floyd. Aksi solidaritas ini digelar saat Inggris masih dalam masa lockdown untuk membatasi penyebaran virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir CNN, Senin (1/6/2020), Kepolisian Metropolitan London menangkap sedikitnya 23 demonstran dalam aksi yang digelar di Alun-alun Trafalgar, London, pada Minggu (31/5) waktu setempat. Aksi ini bertujuan menunjukkan dukungan untuk warga AS yang sedang memprotes kematian Floyd.

Aksi solidaritas yang diikuti ratusan orang ini digelar di tengah lockdown yang masih diberlakukan di wilayah Inggris. Diketahui bahwa aturan lockdown melarang kerumunan besar warga untuk berkumpul di satu tempat pada waktu yang sama.

Dalam pernyataan via Twitter, Kepolisian Metropolitan London menyebut total demonstran yang ditangkap di London sejauh ini adalah 23 orang. Penangkapan dilakukan atas berbagai pelanggaran yang terjadi, termasuk pelanggaran aturan lockdown.

Disebutkan bahwa mereka yang ditangkap kini ada dalam tahanan kepolisian. Sementara sebagian besar demonstran kini telah meninggalkan lokasi aksi.

"Para petugas kepolisian dikerahkan dan secara konsisten mengawasi seluruh acara perkumpulan pada akhir pekan, serta mendorong semua orang untuk mematuhi aturan demi menjaga semua orang tetap aman," demikian pernyataan Kepolisian Metropolitan London.

Lebih banyak aksi protes serupa yang akan digelar di London sepanjang pekan ini.

Floyd yang berusia 46 tahun tewas setelah dicekik dengan lutut seorang polisi kulit putih bernama Derek Chauvin usai dia ditangkap atas kecurigaan menggunakan uang palsu di sebuah toko di Minneapolis, Minnesota, pada Senin (25/5) pekan lalu. Kematian Floyd memicu gelombang protes besar-besaran di AS dan melepaskan kemarahan lama yang membara terhadap praktik rasisme dalam sistem peradilan AS.

Truk Tangki Terobos Kerumunan Massa di Minneapolis:

(nvc/dnu)