Alasan dr Prijo Ditarik dari UPN Jakarta: Untuk Kebutuhan Kemenkes

Arief Ikhsanudin - detikNews
Minggu, 31 Mei 2020 23:03 WIB
Menkes Terawan terus memantau kondisi 2 WNI yang positif virus corona. Kondisi kedua orang itu pun dilaporkan cukup baik.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui menarik dr Prijo Sidipratomo dari jabatan Dekan Fakulatas Kedokteran (FK). Kemenkes menyebut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, membutuhkan dr Prijo di Kemenkes.

"Iya betul. Bapak (Menkes) minta untuk (kebutuhan) Kemenkes. Pak menteri kan yang tanda tangani (dalam surat) untuk kebutuhan," ucap Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Widyawati, saat dihubungi, Minggu (31/5/2020).

Widyawati tidak menjelaskan secara jelas alasan lain soal ditariknya dr Prijo. "Intinya dr. Prijo kembali ke Kemenkes karena sesuai kebutuhan. Kembali ke RSCM sebagai dokter klinis," ucap Widyawati.

Diketahui, dalam surat yang beredar, disebutkan bahwa Dr dr Prijo Sidipratomo ditarik mengacu kepada kebutuhan organisasi UPT pada Kementerian Kesehatan terhadap dokter pendidik klinis, khususnya dokter sub-spesialis konsulen radiologi.

Rektor UPN Veteran Jakarta Erna Hernawati membenarkan isinya. "Surat yang saya terima, ada cap kementerian. Tapi isinya sama," kata Erna, dikonfirmasi terpisah.

Saat ini dr Prijo masih efektif sebagai Dekan FK UPNVJ. UPN baru menerima surat penarikan," kata Erna.

Dr Prijo pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) PB IDI Pada tahun 2015-2018. Pada tahun 2018, MKEK IDI menarik perhatian publik karena menjatuhkan rekomendasi sanksi pemecatan kepada Terawan yang saat itu masih menjabat sebagai dokter di RSPAD. Pemecatan ini berkaitan metode penyembuhan stroke, yaitu 'cuci otak'.

MKEK IDI pernah menjatuhkan sanksi berupa pencabutan keanggotaan IDI selama 12 bulan dan mencabut rekomendasi izin praktik Terawan. Prijo kala itu pernah memanggil Terawan untuk di sidang dan memberi klarifikasi tentang metode 'cuci otak', namun Terawan tak pernah datang.

(aik/isa)