Polisi Israel Bunuh Seorang Difabel Palestina yang Dicurigai Bawa Senjata

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 31 Mei 2020 02:39 WIB
Israeli policemen patrol a street in the Arab east Jerusalem neighbourhood of Jabel Mukaber following clashes in Jerusalem  September 18, 2015. Israel deployed hundreds of extra police around the Old City of Jerusalem on Friday after Palestinian leaders called for a day of rage to protest at new Israeli security measures. In an effort to limit the threat of violence, Israel also banned access to al-Aqsa for all men under 40 on Friday, the Muslim holy day. REUTERS/Ammar Awad
Ilustrasi (Foto: REUTERS/Ammar Awad)
Jakarta -

Polisi Israel di Yerusalem Timur menembak mati seorang warga Palestina yang memiliki gangguan mental karena dicurigai membawa senjata. Aksi tersebut memicu kecaman keras dari Palestina.

Dilansir AFP, Sabtu (30/5/2020), insiden itu terjadi di lorong-lorong Kota Tua dekat Lion's Gate, titik akses utama yang digunakan oleh warga palestina.

"Satuan polisi yang sedang berpatroli di sana melihat seorang dengan benda mencurigakan yang terlihat seperti pistol," kata pernyataan polisi Israel.

"Mereka memintanya untuk berhenti dan mulai mengejarnya. Selama pengejaran petugas juga menembaki tersangka," lanjutnya.

"Tidak ada senjata ditemukan di tempat kejadian," imbuhnya.

Partai Fatah yang merupakan pengusung Presiden Palestina Mahmud Abbas mengecam pembunuhan itu sebagai "Kejahatan perang".

Mereka mengatakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bertanggung jawab penuh atas "Eksekusi seorang pemuda yang cacat".

Kepemimpinan Palestina menuntut agar siapa pun yang membunuh pria itu dibawa ke Pengadilan Pidana Internasional.

Kantor berita resmi Palestina, Wafa mengidentifikasi lelaki yang tewas itu sebagai Iyad Khairi Hallak, seorang warga di lingkungan Wadi Joz Yerusalem Timur dengan kebutuhan khusus.

(lir/lir)