New York Mulai Longgarkan Lockdown Pada 8 Juni

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2020 02:58 WIB
A man crosses the street in a nearly empty Times Square, which is usually very crowded on a weekday morning, Monday, March 23, 2020 in New York. Gov. Andrew Cuomo has ordered most New Yorkers to stay home from work to slow the coronavirus pandemic. (AP Photo/Mark Lennihan)
Foto: AP/Mark Lennihan
Jakarta -

New York menjadi salah satu kota di Amerika Serikat (AS) yang paling parah terkena virus Corona. Disebutkan New York akan mulai buka kembali pada 8 Juni.

Dilansir AFP, Sabtu (30/5/2020) sekitar 21.500 orang meninggal karena COVID-19. Disebutkan New Your hampir memenuhi tuju metrik yang memungkinkan pembukaan pembatasan secara perlahan.



"Kami akan tetap di jalur dengan fokus pada hotspot," Gubernur Andrew Cuomo.

Cuomo mengatakan, Kota New York disebut telah memenuhi pedoman terkait penurunan angka kematian dan rawat inap. Serta diharapkan dapat memenuhi kriteria rumah sakit dan kapasitas pengujian minggu depan.

Disebutkan, beberapa bidang yang mulai diizinkan yaitu ritel, pedagang grosir, manufaktur dan kontruksi. Pembukaan tersebut akan dilakukan secara bertahap.

"Kami berada di ambang langkah besar berikutnya," kata Walikota Bill de Blasio kepada wartawan.



Cuomo mengatakan, pada fase pertama akan memungkinkan sekitar 400.000 warga New York untuk kembali bekerja. Sedangkan restoran dan bar tidak akan diizinkan untuk buka sampai fase tiga sedangkan fase keempat dan terakhir akan memungkinkan tempat hiburan, termasuk teater dan museum, untuk mulai kembali operasi.

Masa peralihan setiap fase diperkirakan akan terjadi selama dua minggu. Hal ini dilakukan dengan syarat tidak adanya peningakatan kasus terkonfirmasi positif.

(dwia/dwia)