Round-Up

Pembelaan Penasihat PM Inggris yang Langgar Aturan Lockdown

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 05:26 WIB
Dominic Cummings, senior aide to Prime Minister Boris Johnson, makes a statement inside 10 Downing Street, London, Monday May 25, 2020, over allegations he breached coronavirus lockdown restrictions. In an exceptionally rare televised statement, Cummings gave a detailed account of his movements in late March and early April, which have caused an intense political storm. (Jonathan Brady/Pool via AP)
Foto Dominic Cummings: Jonathan Brady/Pool via AP

Dituntut Mundur

Alhasil, Cummings pun dikritik atas tindakannya itu. Partai oposisi utama yaitu Partai Buruh mengatakan laporan itu menunjukkan bahwa Cummings memandang dirinya berada di atas hukum. Sementara Partai Demokrat Liberal mengisyaratkan bahwa insiden itu berarti Cummings harus mengundurkan diri.

Pemimpin Partai Nasional Skotlandia di Westminster, Ian Blackford, juga menyerukan pengunduran diri Cummings. Blackford mengatakan Cummings harus mundur atau dipecat.

"Setelah adanya berita bahwa Dominic Cummings melakukan perjalanan dari London ke Durham sewaktu penguncian dan perilakunya diselidiki oleh polisi, posisinya benar-benar tidak dapat dipertahankan - ia harus mengundurkan diri atau dipecat," tulis Blackford di Twitter.

Bahkan, Douglas Ross, seorang menteri untuk Skotlandia memutuskan mengundurkan diri sebagai bentuk protesnya. Ross mengatakan bahwa interpretasi Cummings tentang peraturan pemerintah "tidak dimiliki oleh sebagian besar orang".

"Saya memiliki konstituen yang tidak bisa mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang dicintai; keluarga yang tidak bisa berduka bersama; orang yang tidak mengunjungi kerabat yang sakit karena mereka mengikuti petunjuk pemerintah," kata Douglas dalam cuitan Twitternya.

"Dengan itikad baik saya tidak bisa mengatakan kepada mereka bahwa mereka semua salah dan satu penasihat senior untuk pemerintah benar," lanjutnya.