Kecewa Penasihat PM Inggris Langgar Lockdown, Menteri Skotlandia Mundur

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 19:39 WIB
Dominic Cummings, senior aide to Prime Minister Boris Johnson, makes a statement inside 10 Downing Street, London, Monday May 25, 2020, over allegations he breached coronavirus lockdown restrictions. In an exceptionally rare televised statement, Cummings gave a detailed account of his movements in late March and early April, which have caused an intense political storm. (Jonathan Brady/Pool via AP)
Foto: Penasihat Utama PM Inggris Dominic Cummings (Jonathan Brady/Pool via AP)
London -

Penasihat Utama Perdana Menteri Inggris, Dominic Cummings didesak untuk mundur karena berpergian saat lockdown Corona. Protes itu salah satunya datang dari Menteri untuk Skotlandia.

Seperti dilansir dari AFP, Selasa (26/5/2020) desakan agar Cummings mundur datang dari berbagai pihak. Douglas Ross, seorang menteri untuk Skotlandia, memutuskan mengundurkan diri sebagai bentuk protesnya.

"Saya memiliki konstituen yang tidak bisa mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang dicintai; keluarga yang tidak bisa berduka bersama; orang yang tidak mengunjungi kerabat yang sakit karena mereka mengikuti petunjuk pemerintah," kata Douglas dalam cuitan Twitternya.

"Dengan itikad baik saya tidak bisa mengatakan kepada mereka bahwa mereka semua salah dan satu penasihat senior untuk pemerintah benar," lanjutnya.

Dia menambahkan bahwa interpretasi Cummings tentang peraturan pemerintah "tidak dimiliki oleh sebagian besar orang".

Pengunduran diri ini akan menambah tekanan pada Cummings, yang mengadakan konferensi pers yang luar biasa pada hari Senin untuk membenarkan perjalanannya bersama istri dan putranya, sejauh 264 mil (425 kilometer) dari London ke Durham di timur laut Inggris selama puncak Corona.

Sebelumnya, seperti dilansir CNN, Selasa (26/5/2020), Cummings menuturkan kepada wartawan setempat bahwa dirinya bepergian ke wilayah Durham, yang berjarak lebih dari 402 kilometer dari kediamannya di London, demi memastikan kondisi anaknya.

"Saya telah berpikir dan saya berpikir hari ini, bahwa aturan-aturan termasuk yang menyangkut anak kecil dan situasi ekstrem, memperbolehkan saya untuk melakukan penilaian terhadap situasi yang melingkupi diri saya sendiri," tutur Cummings dalam pernyataannya.