Palestina Akhiri Lockdown, Catat 400 Kasus Corona dan 3 Kematian

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 16:38 WIB
A Palestinian engineer, at the Palestine Polytechnic University in the West Bank town of Hebron, checks the fit of a face-shield that they printed using a 3-D printer on April 21, 2020, as they finalise the design of the shield to help the frontline workers in their effort to combat the spread of the coronavirus (COVID-19). (Photo by HAZEM BADER / AFP)
Insinyur Palestina memeriksa pelindung wajah yang dirancang untuk tenaga medis yang menghadapi pandemi virus Corona (AFP/HAZEM BADER)
Ramallah -

Otoritas Palestina mengakhiri lockdown yang diberlakukan selama dua bulan terakhir di wilayah Tepi Barat, untuk membatasi penyebaran virus Corona (COVID-19). Lockdown dihentikan setelah terjadi penurunan jumlah kasus baru.

Seperti dilansir AFP, Selasa (26/5/2020), Perdana Menteri (PM) Palestina, Mohammed Shtayyeh, mengumumkan berakhirnya lockdown dalam konferensi pers pada Senin (25/5) waktu setempat.

Diumumkan PM Shtayyeh bahwa pertokoan dan pusat bisnis akan beroperasi normal mulai Selasa (26/5) waktu setempat. Sedangkan para pegawai pemerintah akan kembali bekerja pada Rabu (27/5) waktu setempat.

Tempat ibadah seperti masjid dan gereja, juga taman umum akan dibuka kembali, tapi ada langkah social distancing yang harus dipatuhi. Transportasi umum juga akan beroperasi kembali.

Ditambahkan PM Shtayyeh bahwa kafe dan restoran akan diperbolehkan buka kembali, namun akan ada sejumlah pembatasan yang diberlakukan. Pembatasan ini akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

"Pelonggaran dalam penerapan langkah-langkah dan kembali ke kehidupan normal secara bertahap sedang diambil dengan penuh kehati-hatian," tutur PM Shtayyeh, sembari memperingatkan bahwa peningkatan kasus baru bisa memicu pemberlakuan kembali lockdown.

Otoritas Palestina memberlakukan masa darurat sejak Maret lalu, dalam upaya membatasi penyebaran virus Corona. Sejauh ini, lebih dari 400 kasus virus Corona tercatat di Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan tiga kematian.

Lockdown di Tepi Barat dijadwalkan baru akan berakhir pada 5 Juni mendatang, namun diakhiri lebih awal setelah jumlah kasus baru menurun dalam beberapa pekan terakhir. Pembatasan yang diberlakukan di Gaza, yang dikuasai Hamas, telah mulai dilonggarkan sejak beberapa pekan lalu.

(nvc/ita)