Diapit Rusia-China, Mongolia Terus Lockdown Hingga Vaksin Corona Ditemukan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 14:29 WIB
Staff members and police officers wear hazmat suits as they take part in a drill to prepare for the COVID-19 coronavirus in Ulaanbaatar, the capital of Mongolia on May 7, 2020. (Photo by Byambasuren BYAMBA-OCHIR / AFP)
Petugas kesehatan dan polisi memakai pakaian pelindung di Mongolia (Byambasuren BYAMBA-OCHIR/AFP)
Ulaanbaatar -

Mongolia akan tetap memberlakukan aturan karantina dan lockdown hingga vaksin untuk virus Corona (COVID-19) ditemukan. Kebijakan ini membuka prospek lockdown di negara ini akan berlanjut hingga beberapa bulan ke depan.

Seperti dilansir AFP, Selasa (26/5/2020), Mongolia yang terletak di antara Rusia dan China, menjadi salah satu negara pertama di dunia yang menutup perbatasan saat wabah virus Corona mulai menyebar. Perbatasan Mongolia diketahui ditutup sejak 12 Maret lalu.

Universitas, sekolah dan Taman Kanak-kanak di Mongolia masih akan ditutup hingga September mendatang. Konferensi dan unjuk rasa dilarang. Anak-anak berusia di bawah 12 tahun tidak diperbolehkan mengunjungi mal atau restoran. Setiap orang yang beraktivitas di luar rumah wajib memakai masker.

"Negara ini akan mempertahankan aturan karantina hingga vaksin (virus Corona) tersedia," tegas Perdana Menteri (PM) Mongolia, Kurelsukh Ukhnaa, kepada wartawan setempat.

Tidak disebutkan secara detail soal langkah-langkah apa saja yang masih akan diberlakukan. PM Ukhnaa juga menyatakan belum tahu kapan perbatasan akan dibuka kembali. Namun diketahui bahwa pemilu parlemen di Mongolia akan tetap digelar sesuai jadwal pada 24 Juni mendatang.

Diketahui bahwa saat ini para ilmuwan dunia tengah bergegas mengembangkan vaksin untuk virus Corona, yang sejauh ini menewaskan lebih dari 346 ribu orang di berbagai negara dan menginfeksi lebih dari 5 juta orang secara global.

Mongolia sendiri mencatatkan 141 kasus virus Corona, yang sebagian besar diimpor dari Rusia. Sejauh ini belum ada laporan kematian akibat virus Corona di negara ini.

Otoritas Mongolia mengirimkan pesawat-pesawat untuk memulangkan warganya yang terjebak di luar negeri, namun ribuan orang masih terjebak di beberapa negara. Hanya kelompok rapuh seperti wanita hamil, warga lanjut usia, anak-anak dan orang-orang dengan penyakit serius, yang diperbolehkan pulang. Setiap warga Mongolia yang pulang dari luar negeri, diwajibkan menjalani karantina ketat selama tiga pekan.

(nvc/ita)