Ribuan Warga Spanyol Demo Memprotes Lockdown, Serukan PM Mundur

Rita Uli Hutapea - detikNews
Minggu, 24 Mei 2020 16:19 WIB
Warga melakukan olahraga di Pantai La Concha di San Sebastian pada 2 Mei  2020 tak lama setelah pemerintah mengizinkan warga keluar rumah untuk kali pertama sejak lockdown nasional untuk memutus rantai COVID-19. Warga diizinkan keluar rumah untuk berolahraga dalam tempo 48 jam sejak 26 April sebagai perpanjangan awal lockdown pada 14 Maret. (Photo by ANDER GILLENEA / AFP)
Foto: AFP/ANDER GILLENEA
Madrid -

Ribuan warga Spanyol turun ke jalan untuk memprotes langkah-langkah lockdown (penguncian) yang diterapkan untuk mengendalikan penyebaran virus Corona. Massa juga menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Pedro Sanchez.

Massa demonstran memenuhi jalan-jalan di Madrid pada Sabtu (23/5) waktu setempat menyusul seruan partai Vox untuk memprotes lockdown. Dalam aksinya, para demonstran meneriakkan "Sanchez mundur" dan "kebebasan".

Vox menyerukan aksi-aksi demo di puluhan kota, dengan pemimpinnya Santiago Abascal menuding pemerintah "tak bisa melindungi rakyatnya, kaum lansia dan para pekerja medis" selama krisis Corona.

Pandemi Corona sejauh ini telah menewaskan 28.600 orang di Spanyol, salah satu negara dengan jumlah kematian Corona tertinggi di dunia.

"Saya datang karena saya percaya pemerintah Pedro Sanchez telah berbohong kepada kami," cetus demonstran, Marina Samber (51) yang mengenakan masker hijau -- warna Vox.

"Dia bermain dengan kesehatan orang-orang lanjut usia karena dia tidak memberi kita masker ataupun langkah-langkah keamanan untuk mencegah kontaminasi," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Minggu (24/5/2020).

Tonton juga video Spanyol Akan Perpanjang Darurat Nasional hingga Juni:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2