AS Sukses Uji Coba Senjata Laser yang Bisa Hancurkan Pesawat di Udara

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 23 Mei 2020 14:51 WIB
The amphibious transport dock ship USS Portland conducts a high-energy laser weapon test in the Pacifc Ocean on May 16, 2020.
Momen saat USS Portland menembakkan senjata laser dalam uji coba di Samudra Pasifik (US Navy via CNN)
Washington DC -

Kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan sukses menguji coba senjata laser bertenaga tinggi yang bisa menghancurkan pesawat yang sedang mengudara.

Seperti dilansir CNN, Sabtu (23/5/2020), laporan itu disampaikan oleh Armada Pasifik Angkatan Laut AS atau US Navy dalam pernyataannya pada Jumat (22/5) waktu setempat. Uji coba itu disebut digelar di perairan Samudra Pasifik.

Gambar dan video yang dirilis Angkatan Laut AS menunjukkan USS Portland, kapal perang AS jenis transpor amfibi, sedang mengeksekusi 'implementasi level sistem pertama dari laser solid kelas tenaga tinggi' untuk melumpuhkan pesawat drone udara.

Gambar-gambar itu menunjukkan laser ditembakkan dari dek kapal perang AS. Video singkat yang dirilis menunjukkan momen saat sebuah drone yang tertembak laser itu, terbakar di udara. Angkatan Laut AS tidak menyebut lokasi spesifik digelarnya uji coba demonstrator sistem senjata laser (LWSD) itu. Hanya disebutkan bahwa uji coba digelar di perairan Samudra Pasifik pada 16 Mei waktu setempat.

Kekuatan dari senjata laser itu tidak diungkap ke publik. Tapi laporan tahun 2018 dari Institut Internasional untuk Kajian Strategis menyebut bahwa senjata laser AS diperkirakan berkekuatan 150 kilowatt.

"Dengan melakukan uji coba lanjutan di lautan terhadap UAV (drone) dan pesawat kecil, kita akan mendapatkan informasi berharga soal kemampuan Demonstrator Sistem Senjata Laser Solid terhadap ancaman potensial," sebut Komandan USS Portland, Kapten Karrey Sanders, dalam pernyataannya.

"Dengan kemampuan canggih baru ini, kita mendefinisikan perang di lautan bagi Angkatan Laut," imbuhnya.

Angkatan Laut AS menyebut senjata laser yang juga disebut sebagai senjata energi terarah (DEW) ini, bisa menjadi pertahanan efektif melawan drone atau kapal kecil bersenjata. "Pengembangan DEW seperti LWSD memberikan keuntungan tempur langsung dan memberikan komandan lebih banyak ruang pengambilan keputusan dan opsi untuk merespons," sebut pernyataan itu.

Tonton juga video Korea Utara Kembali Uji Coba Rudal Jarak Jauh:

(nvc/idh)