Sekelompok Pria Bersenjata Tembaki Masjid Afghanistan, 8 Jemaah Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 16:28 WIB
An Afghan policeman blocks a road near the Park Place guesthouse in Kabul on May 13, 2015 after gunmen stormed the place ahead of a planned concert, Afghan officials said, with people believed trapped inside and several casualties feared.. No group immediately claimed responsibility for the attack on the Park Place guesthouse in downtown Kabul, but the assault comes as the Taliban -- who have attacked such guesthouses in the past -- press their annual spring offensive. AFP PHOTO / SHAH MARAI
Ilustrasi (Shah Marai/AFP)
Kabul -

Sekelompok pria bersenjata melepas tembakan di sebuah masjid di wilayah Afghanistan bagian tengah. Nahas, tembakan ini menewaskan delapan jemaah masjid yang sedang salat.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (20/5/2020), sedikitnya lima jemaah lainnya mengalami luka-luka dalam serangan bersenjata yang terjadi di wilayah Parwan, pada Selasa (19/5) malam waktu setempat.

"Sekelompok pria bersenjata tak dikenal menembaki orang-orang yang sedang salat di dalam masjid saat waktu berbuka puasa," tutur juru bicara Gubernur Provinsi Parwan, Wahida Shahkar.

Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengonfirmasi kebenaran serangan bersenjata di wilayah Charekar, Provinsi Parwan. Pihak kementerian menyalahkan kelompok Taliban sebagai dalang di balik serangan itu.

Namun dalam pernyataannya, Taliban menyangkal bertanggung jawab dan menyatakan pasukan keamanan Afghanistan yang patut disalahkan.

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memperingatkan peningkatan tindak kekerasan terhadap warga sipil yang mengkhawatirkan di Afghanistan. Pekan lalu, sebuah serangan mengejutkan ke sebuah bangsal bersalin di salah satu rumah sakit di Kabul menewaskan 24 orang, termasuk bayi-bayi yang baru lahir.

Taliban juga menyangkal terlibat dalam serangan di rumah sakit itu. Secara terpisah, Amerika Serikat (AS) meyakini kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang bertanggung jawab atas serangan brutal itu.

(nvc/ita)