China Dukung Penyelidikan WHO, Janjikan Rp 29 T untuk Tangani Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 19 Mei 2020 11:14 WIB
Presiden China, Xi Jinping, menyerukan agar China dan Amerika Serikat (AS) bersatu untuk memerangi pandemi virus Corona.
Xi Jinping (AP Photo)
Beijing -

Presiden China, Xi Jinping, menyatakan dukungan untuk pengkajian komprehensif terhadap respons global atas pandemi virus Corona (COVID-19) yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Presiden Xi juga menjanjikan dukungan finansial US$ 2 miliar (Rp 29,6 triliun) untuk penanganan virus Corona.

Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (19/5/2020), Presiden Xi menyampaikan komentar itu saat berpidato secara virtual dalam Sidang Kesehatan Dunia (WHA) pada awal pekan ini. Komentar itu disampaikan saat resolusi yang didorong oleh Uni Eropa dan Australia menyerukan pengkajian soal asal dan penyebaran virus Corona, mendapat dukungan internasional. Sejauh ini, pandemi Corona telah menewaskan lebih dari 318 ribu orang secara global.

China diketahui sebelumnya menentang seruan investigasi yang dicetuskan Amerika Serikat (AS) dan Australia. Namun Presiden Xi mengisyaratkan pada Senin (18/5) waktu setempat, bahwa China akan menerima sebuah pengkajian yang tidak memihak terhadap pandemi Corona.

"China mendukung evaluasi komprehensif terhadap respons global untuk epidemi, setelah epidemi global terkendali, untuk meningkatkan pengalaman dan memperbaiki kekurangan," tutur Presiden Xi kepada WHA.

"Upaya ini membutuhkan sikap ilmiah dan profesional, dan perlu dipimpin oleh WHO; dan prinsip-prinsip objektivitas dan keadilan perlu ditegakkan," imbuhnya.

Dalam pidatonya, Presiden Xi kembali menegaskan pembelaan yang disampaikan China ketika wabah virus Corona muncul di negara itu. Ditegaskan Presiden Xi bahwa China terbuka dan transparan dan telah bertindak cepat untuk membagikan informasi soal virus Corona.

Tidak hanya itu, Presiden Xi juga menjanjikan US$ 2 miliar sebagai dukungan finansial selama dua tahun ke depan, untuk membantu penanganan pandemi Corona, khususnya untuk membantu negara berkembang.

Tonton juga video Langkah AS Mempolitisasi Virus Corona Dinilai Berbahaya:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2