Round-Up

Pertama Kali Gunung Fuji Ditutup Gegara Pandemi

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 23:50 WIB
(FILES) In this file photo taken on April 30, 2020 Japans Mount Fuji is seen from the town of Fujiyoshida, Yamanashi prefecture. - Japans beloved Mount Fuji will be closed during this years summer climbing season to prevent the spread of the new coronavirus, officials said May 18, 2020. (Photo by CHARLY TRIBALLEAU / AFP)
Foto: AFP/CHARLY TRIBALLEAU
Shizuoka -

Sektor pariwisata Jepang ikut terpukul pandemi COVID-19. Tujuan wisata Gunung Fuji terpaksa harus ditutup demi mencegah penularan virus ini.

Salah satu tujuan wisata paling terkenal di Jepang ini akan ditutup selama musim panas tahun ini. Ini pertama kalinya wisata Gunung Fuji ditutup sejak tahun 1960.

Seperti dilansir AFP, Senin (18/5/2020), otoritas prefektur Shizuoka, -- yang menjadi lokasi Gunung Fuji -- mengumumkan bahwa sebanyak tiga dari empat rute pendakian utama Gunung Fuji akan ditutup.

"Rutenya dibuka pada musim panas, tapi tahun ini, kami akan menutupnya mulai 10 Juli hingga 10 September," tutur seorang pejabat prefektur Shizuoka kepada AFP.

"Kami mengambil langkah ini agar tidak menyebarkan virus Corona," imbuh pejabat tersebut.

Ini menjadi momen pertama kalinya, gunung berapi setinggi 3.776 meter itu ditutup sejak tahun 1960 silam, ketika prefektur Shizuoka mulai mengelola rute-rute tersebut.

Keputusan otoritas prefektur Shizuoka ini diambil setelah otoritas prefektur Yamanashi mengumumkan bahwa pihaknya menutup rute pendakian Yoshida, satu rute pendakian lainnya ke puncak Gunung Fuji yang juga menjadi rute paling populer.

Pondok-pondok yang ada di sepanjang empat rute pendakian Gunung Fuji juga akan ditutup sementara.

Gunung Fuji, salah satu situs warisan budaya dunia UNESCO, berjarak 100 kilometer dari Tokyo dan bisa dilihat jelas dari ibu kota Jepang itu. Untuk tahun lalu, tercatat ada sekitar 236 ribu pendaki di Gunung Fuji.

Sejauh ini, berdasarkan data Corona dari Universitas Johns Hopkins, Jepang sudah mengkonfrimasi sebanyak 16.285 kasus Corona, 11.153 orang sembuh dan 744 orang meninggal.

(zlf/zlf)