Round-Up

Derita Wanita di India Diamuk Massa Usai Dipanggil 'Corona'

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 05:26 WIB
poster
Foto: Edi Wahyono

Situs web berita eastmojo.com melaporkan bahwa usai pertengkaran, semua anggota keluarga wanita itu, termasuk menantu perempuan dan putranya, maju dan mulai memukulinya dengan tongkat. Beberapa batang bahkan mendarat di kepala Misao hingga membuatnya pingsan. Dia kemudian diselamatkan oleh beberapa warga setempat yang kemudian memanggil polisi.

Namun, saat masalahnya ditangani oleh polisi, Misao lebih merasa kecewa. Alih-alih menangani kasusnya dengan serius, menurut Joel polisi meminta Misao berdamai.

"Para pejabat polisi mengatakan kepada Misao untuk berdamai," kata Joel.

Misao yang tertekan kemudian memanggil Pusat Dukungan & Helpline Timur Laut (NESCH). Kemudian anggota NESCH mencapai tempat serangan sekitar pukul 8:30 malam waktu setempat.

Yang mengejutkan, insiden itu terjadi hanya dua hari setelah pemerintah pusat meyakinkan Mahkamah Agung India bahwa mereka akan mengambil tindakan, atas insiden serangan rasial terhadap orang-orang dari Timur Laut pada 8 Mei lalu.

Netizen marah. Mereka menilai sebagian rasisme dalam bentuk apa pun, terutama terhadap orang-orang dari negara sendiri, tidak boleh ditoleransi.

Berbagi laporan, sebuah akun Twitter bernama @mynameswatik menulis: "Ini tidak dapat ditoleransi. Ini rasisme dan perlu diserukan. Para penyerang harus dipenjara."

Sementara itu, Komisi Hak Asasi Manusia Nasional (NHRC) telah mengambil akan mendalami insiden tersebut.

Halaman

(gbr/maa)