Pendukung Teori Konspirasi Corona dan Anti Lockdown Demo di Jerman

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 17 Mei 2020 15:19 WIB
Pendemo di Jerman menolak pemakaian masker yang dianggap percuma (AFP)
Foto: Pendemo di Jerman menolak pemakaian masker yang dianggap percuma (AFP)

Polisi di Berlin melakukan 200 penangkapan ketika pertikaian pecah. Sementara di Hamburg, para ahli teori konspirasi bentrok dengan para demonstran anti-lockdown.

Demonstrasi yang berkembang ini telah menciptakan perbandingannya dengan demo anti-Muslim di puncak krisis pengungsi Eropa pada tahun 2015. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah dukungan kuat yang saat ini dinikmati Perdana Menteri Jerman Angela Merkel karena penanganannya terhadap krisis virus dapat menguap.

Berkaca pada demonstrasi sentimen anti-migran lima tahun yang lalu, partai Alternative für Deutschland (AfD) sayap kanan sekarang secara terbuka mendukung demonstran dan memposisikan dirinya sebagai partai anti-lockdown.

Sebuah jajak pendapat baru-baru ini ditugaskan oleh majalah berita Spiegel menemukan bahwa hampir satu dari empat orang Jerman yang disurvei menyuarakan "pemahaman" atas demonstrasi.

Perkembangan itu mengejutkan pendirian politik di Jerma. Merkel dilaporkan mengatakan kepada petinggi partai Persatuan Demokrat Kristen Jerman (CDU) kanan-tengahnya tentang tren "mengkhawatirkan" yang mungkin muncul.


(rdp/gbr)