WHO: Cara Herd Immunity untuk Atasi Corona Sangat Berbahaya

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 13 Mei 2020 13:50 WIB
Direktur Kegawatdaruratan Kesehatan WHO, Michael Ryan. (Tangkapan layar YouTube United Nations)
Direktur Kegawatdaruratan Kesehatan WHO, Michael Ryan. (Tangkapan layar YouTube United Nations)
Jakarta -

Bila virus Corona dibiarkan saja tanpa kebijakan yang tegas, maka akan semakin banyak orang terpapar virus itu. Hasilnya adalah kelompok yang terpapar wabah ini menjadi kebal Corona, meski bakal ada sebagian yang meninggal dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengutuk konsep herd immunity ini.

"Mungkin saja negara yang kurang menerapkan langkah-langkah, tidak melakukan apapun, tiba-tiba secara ajaib akan mencapai kekebalan kawanan (herd immunity), dan tidak masalah apabila kita kehilangan orang-orang tua selama proses tersebut," kata Direktur Eksekutif Kedaruratan Kesehatan WHO, Michael Ryan, dalam jumpa pers mengenai COVID-19, di Jenewa, Swiss, tanggal 11 Mei 2020, sebagaimana disiarkan kanal YouTube United Nations, diakses detikcom pada Rabu (13/5/2020).

"Ini adalah kalkulasi yang amat sangat berbahaya," imbuh Ryan.

Ide herd immunity dengan membiarkan virus Corona menjangkiti sebanyak-banyaknya orang kini terus diperbincangkan publik, termasuk di media sosial di Indonesia. Ide ini sempat menjadi pergunjingan saat awal-awal penanganan wabah di Inggris. Publik menganggap pemerintahan Boris Johnson sedang menggulirkan cara herd immunity untuk mengatasi Corona di Inggris, meskipun akhirnya pemerintahan Inggris menepis kebenaran isu itu.

Tonton juga 'WHO: Obat Virus Corona COVID-19 Masih Diuji Klinis':

[Gambas:Video 20detik]