Round-Up

Kasus Baru COVID-19 di China Muncul Setelah Sebulan Nihil Corona

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 06:36 WIB
Warga Wuhan
Ilustrasi situasi di Kota Wuhan saat wabah COVID-19 (Foto: Getty Images)
Wuhan -

Kota Wuhan, China kembali mencatatkan kasus positif virus Corona (COVID-19) di wilayahnya. Padahal, sudah lebih dari sebulan tak ada kasus baru di kota yang menjadi titik nol pandemi virus Corona itu.

Munculnya kasus baru di Wuhan itu pertama kali dilaporkan pada Minggu (10/5) lalu. Kala itu, China melaporkan adanya 14 kasus positif virus Corona, dimana 1 di antaranya berasal dari Wuhan, Hubei. Sebelumnya, tak ada laporan penambahan kasus di Wuhan sejak 3 April 2020.

Dalam pengumuman terbaru pada Senin (11/5) waktu setempat, otoritas Kota Wuhan kembali melaporkan lima kasus baru virus Corona di wilayahnya. Semua kasus baru tersebut diklasifikasikan sebagai tanpa gejala.

Menurut para pejabat kesehatan setempat, kelima kasus baru ini berasal dari kompleks permukiman yang sama, yang ditinggali mayoritas warga lanjut usia. Salah satu dari mereka adalah istri dari pasien pria berusia 89 tahun yang dilaporkan pada hari sebelumnya.

"Saat ini, tugas pencegahan dan pengendalian epidemi di kota itu masih sangat berat," kata Otoritas Kesehatan Wuhan dalam sebuah pernyataan.

Tonton juga 'Sebulan Berlalu, Kasus Baru Corona Muncul Lagi di Wuhan':

[Gambas:Video 20detik]

Untuk diketahui, otoritas China mencatat kasus tanpa gejala dan kasus dengan gejala secara terpisah. China tidak memasukkan kasus tanpa gejala dalam penghitungan keseluruhan kasus yang dikonfirmasi yang saat ini mencapai 82.918.

Tidak ada tambahan kematian sepanjang Minggu (10/5) waktu setempat, sehingga jumlah korban meninggal masih ada di angka 4.633 orang. Otoritas China secara nasional melaporkan tidak ada kematian baru akibat virus Corona dalam sebulan terakhir.

Kembali munculnya kasus baru virus Corona di China terjadi saat Amerika Serikat (AS) dan kebanyakan negara Eropa juga mulai melonggarkan pembatasan. Para pakar kesehatan memperingatkan bahwa terlalu cepat kembali ke situasi normal bisa memicu gelombang kedua virus Corona. Menurut para pakar, pembatasan harus tetap diberlakukan hingga vaksin untuk virus Corona ditemukan.

Virus Corona diketahui pertama muncul di Wuhan pada akhir tahun lalu, kemudian menyebar luas di kota tersebut dan Provinsi Hubei hingga menewaskan ribuan orang dan menginfeksi puluhan ribu orang. Pandemi virus Corona kini merajalela ke berbagai negara.

Otoritas Kota Wuhan pun memberlakukan pembatasan ketat terhadap perjalanan dan pergerakan warga yang dianggap sukses mengendalikan penyebaran virus Corona. Beberapa pekan terakhir, pembatasan itu mulai diperlonggar setelah jumlah kasus baru terus menurun.

(mae/aik)