Round-Up

'Penebusan Dosa' China dengan Upaya Bikin Vaksin Corona

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 09 Mei 2020 05:30 WIB
Vaksin virus corona: Enam sudah diuji coba pada manusia, namun tantangannya ada pada produksi massal
Foto ilustrasi penelitian vaksin: BBC World

Kemunculan virus corona mulai terdeteksi pertama kali di negara China pada awal Desember 2019. Kala itu, sejumlah pasien berdatangan ke rumah sakit di Wuhan dengan gejala penyakit yang tak dikenal.

Dikutip dari CNN, virus Corona sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, virus tersebut biasa ditemukan pada hewan, seperti kucing, anjing, babi, sapi, kalkun, ayam, tikus, kelinci, dan kelelawar.

Hewan yang terkena virus Corona hanya bisa menulari ke sesama binatang, tidak ke manusia. Bahkan, sebagian hanya bertahan pada inang aslinya saja dan tidak menyebar.

"Biasanya virus dari satu hewan tidak menular ke spesies hewan lain, atau ke manusia," kata Kepala Divisi Penyakit Menular Anak-anak di Rumah Sakit Anak Pittsburgh University Center Medical Pittsburgh, Dr John Williams.

"Jadi biasanya jika virus berpindah dari hewan ke manusia, itu seperti jalan buntu. Orang itu sakit tetapi tidak menyebar lebih lanjut," sambungnya.

Kemudian, sebuah penelitian yang diterbitkan bulan Februari menyebutkan bahwa tampaknya virus corona berasal dari kelelawar. Virus tersebut berhasil bermutasi dari tubuh sang inang.

Penelitian tersebut menemukan virus Corona pada kelelawar memiliki 96% genetik yang mirip dengan virus corona yang saat ini menginfeksi orang di seluruh dunia. Namun, virus corona bukan infeksi langsung dari kelelawar, melainkan dari spesies lain yang terinfeksi dari kelelawar dan akhirnya menyerang tubuh manusia.

Peneliti lain juga menyebutkan 13 dari 41 pasien yang terinfeksi tidak memiliki hubungan dengan pasar yang menjual hewan liar. Sehingga, para peneliti belum mengetahui betul virus corona berasal dari mana.

Halaman

(zap/mae)