Round-Up

ISIS Gerilya di Tengah Pandemi Corona

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 09 Mei 2020 02:31 WIB
Pasukan ISIS Berperang di Irak dan Suriah Dengan Senjata Buatan Eropa
Foto: DW (News)
Jakarta -

Kelompook militan ISIS diduga meningkatkan serangan terhadap warga sipil di Suriah di masa pandemi Corona ini. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menuding ISIS memanfaatkan situasi pandemi Corona.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Hak Asasi Manusia (HAM) PBB Michele Bachelet seperti dilansir AFP. Jumat (8/5) kemarin.

"Berbagai pihak dalam konflik di Suriah, termasuk ISIL (ISIS), tampaknya memandang fokus global pada pandemi COVID-19 sebagai kesempatan untuk berkumpul kembali dan menciptakan kekerasan pada penduduk," kata Michelle Bachelet dalam sebuah pernyataannya, Jumat (8/5).

Dikatakan Michele situasi ini tak bisa dibiarkan, karena akan menjadi bom waktu. "Situasi yang memburuk adalah bom waktu yang tak bisa diabaikan," imbuhnya.

Sementara itu, kantor HAM PBB mengaku telah mendokumentasikan setidaknya 35 kematian warga sipil pada bulan April karena serangan yang melibatkan bahan peledak improvisasi (IED), dibandingkan dengan tujuh bulan sebelumnya.

Sejak awal Maret, dikatakan ada 33 serangan IED, termasuk 26 serangan di lingkungan permukiman, sementara tujuh serangan lainnya terjadi di pasar.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2