Curi Uang dan Perhiasan Majikan di Singapura, TKI Dibui 7 Bulan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 15:56 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Ilustrasi (Thinkstock)
Singapura -

Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia di Singapura dinyatakan bersalah telah berulang kali mencuri uang dan perhiasan senilai SG$ 7 ribu (Rp 74,2 juta) milik majikannya selama setahun sebelum majikannya meninggal dunia. PRT ini dijatuhi hukuman tujuh bulan penjara oleh pengadilan setempat.

Seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (8/5/2020), Eti Maryati (45) mulai dipekerjakan untuk merawat majikannya yang sudah lanjut usia sejak tahun 2015. Saat itu majikannya berusia 70-an tahun.

Saat bekerja di rumah majikannya, dia menyadari bahwa majikannya menyimpan perhiasan dan uang tunai di sebuah laci yang dikunci dan kuncinya disimpan di bawah bantal. Sekitar tiga tahun bekerja untuk majikannya, tepatnya pada 9 Oktober 2018, Eti mulai melakukan pencurian.

Dia mengambil uang tunai dan perhiasan milik majikannya, lalu menggadaikannya untuk mendapatkan uang. Aksi pencurian ini ketahuan oleh anak laki-laki majikan Eti pada saat itu juga, namun anak majikannya itu memutuskan untuk memberikan kesempatan kedua kepada Eti.

Anak majikan Eti itu menegur tindak pencurian itu dan Eti berjanji tidak akan mengulanginya, sehingga Eti tidak dilaporkan ke polisi.

Namun ternyata, Eti terus melanjutkan aksi pencuriannya. Eti berulang kali mencuri uang dan perhiasan majikannya selama setahun, hingga akhirnya dia ketahuan lagi pada 6 Oktober 2019 saat majikannya meninggal dunia pada usia 76 tahun.