Arab Saudi Bentuk Unit Polisi Khusus Pantau Pelanggaran Lockdown Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 11:42 WIB
A security guard checks temperature of man arriving at a shopping mall, as a screening precaution against the COVID-19 coronavirus pandemic, in the Saudi capital Riyadh on May 4, 2020, as malls reopen after authorities began a partial lifting of the coronavirus lockdown. (Photo by FAYEZ NURELDINE / AFP)
Petugas keamanan memeriksa suhu tubuh seorang pria di sebuah pusat perbelanjaan di Riyadh, Arab Saudi (AFP/FAYEZ NURELDINE)
Riyadh -

Arab Saudi membentuk sebuah unit polisi khusus untuk memantau setiap pelanggaran terhadap aturan lockdown yang diberlakukan untuk membatasi penyebaran virus Corona (COVID-19). Pelanggaran terhadap larangan berkumpul lebih dari lima orang juga akan dipantau oleh unit polisi ini.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (8/5/2020), otoritas Saudi juga mengumumkan bahwa perkumpulan yang diikuti lebih dari satu keluarga dilarang selama pandemi virus Corona.

Dalam pernyataan pada Kamis (7/5) waktu setempat, seperti dilaporkan Saudi Press Agency (SPA), otoritas Saudi menyatakan bahwa setiap pelanggaran terhadap aturan itu bisa dihukum di bawah undang-undang. Tak hanya itu, otoritas Saudi juga mendorong warga untuk melaporkan setiap yang terjadi.

Menurut otoritas Saudi, hukuman denda maksimum 100 ribu Riyal (Rp 397 juta) akan dijatuhkan kepada perkumpulan kelompok yang lebih besar dari satu keluarga di tempat umum maupun pribadi, termasuk rumah-rumah, situs konstruksi dan pertokoan. Aturan serupa berlaku untuk pesta, pernikahan dan pemakaman.

"Aturan ini bertujuan untuk menerapkan pembatasan sosial, dan mengatur dan mengurangi perkumpulan manusia," demikian bunyi laporan SPA.

Sementara itu, pada Rabu (6/5) waktu setempat, otoritas Saudi mengumumkan hukuman baru untuk setiap warga dan orang-orang di wilayahnya yang kedapatan melanggar aturan-aturan pembatasan lainnya.

Siapa saja yang melanggar aturan karantina, bisa dihukum denda maksimum 200 ribu Riyal (Rp 795 juta) dan bisa dihukum bui hingga 2 tahun penjara. Kemudian bagi siapa saja yang terbukti secara sengaja menyebarkan virus Corona dihukum denda maksimum 500 ribu Riyal (Rp 1,9 miliar) dan dihukum bui hingga 5 tahun penjara.

Sementara untuk para pelanggar aturan lockdown yang bukan warga negara Saudi, akan dideportasi ke negara asal dan secara permanen dilarang masuk kembali ke negara tersebut.

Total kasus virus Corona di Saudi kini mencapai 33.731 kasus, dengan 219 kematian.

Simak juga Video Area Tawaf Ka'bah yang Akhirnya Dibuka Lagi:

(nvc/ita)