Polemik antara Amerika Serikat (AS) dengan China terkait virus Corona (COVID-19) belum juga selesai. Setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengaku memiliki bukti kuat bahwa Corona berasal dari lab Wuhan, China menyebut Pompeo 'gila'.
China melalui televisi nasionalnya, CCTV, menyerang Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo terkait klaim adanya bukti soal virus Corona (COVID-19) berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan. CCTV menyebut klaim Pompeo itu sebagai 'pernyataan gila'.
Tayangan itu diberi judul 'Pompeo yang jahat secara ceroboh memuntahkan racun dan menyebarkan kebohongan'. CCTV menayangkan ini pada Senin (4/5) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam tayangan itu, CCTV menyertakan komentar Direktur Eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Mike Ryan dan pakar virologi Columbia University, W Ian Lipkin, yang mengklaim virus Corona terbentuk secara alami dan bukan dibuat oleh manusia atau bocor dari laboratorium.
"Pernyataan salah dan tidak masuk akal dari politikus Amerika semakin memperjelas kepada orang-orang bahwa 'bukti' itu tidak ada," demikian bunyi narasi tayangan CCTV itu.
"Hype soal 'virus bocor dari sebuah lab Wuhan' adalah kebohongan total. Para politikus Amerika berupaya menggeser kesalahan, mencurangi suara rakyat dan menekan China saat upaya anti-epidemi domestik dari mereka sungguh kacau," imbuh CCTV.
Surat kabar nasional China, Global Times, juga turut mengomentari klaim Pompeo dalam editorialnya pada edisi Senin (4/5) waktu setempat. Global Times menyebut Pompeo telah mengejutkan dunia dengan tuduhan tak berdasar.
"Sejak Pompeo menyatakan klaimnya didukung oleh 'sejumlah besar bukti' maka dia seharusnya menghadirkan bukti yang disebutnya itu kepada dunia, dan khususnya kepada publik Amerika yang terus-menerus berupaya dibodohi," sebut editorial Global Times.
Global Times meyakini klaim Pompeo itu tidak berdasar. Global Times juga yakin AS tidak memiliki bukti apapun dan hanya menggeretak China.
"Kebenarannya adalah Pompeo tidak memiliki bukti apapun dan dalam wawancara hari Minggu (4/5) waktu setempat, dia menggertak," tulis editorial itu.
Untuk diketahui, Pompeo dalam wawancara ABC News pada Minggu (3/5) waktu setempat, menyatakan AS memiliki sejumlah 'bukti besar' yang menunjukkan virus Corona berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, China. Polemik dua negara ini belum selesai, bahkan Presiden AS Donald Trump juga sempat bicara hendak menuntut China karena pandemi Corona ini.
China Juga Korban Virus Corona
Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian turut menjawab polemik prihal asal-usul virus Corona. Xiao mengatakan virus Corona ini adalah bencana alam, dan China adalah korban bukan kaki tangan virus.
"Epidemi adalah bencana alam, Tiongkok adalah korban virus bukan kaki tangannya, tidak adil untuk menstigmatisasi Tiongkok," tutur Xiao dalam konferensi pers virtual, Selasa (5/5).
Dubes Xiao mengatakan China sudah melakukan pencegahan dan bekerja sama dengan negara lain untuk memutus mata rantai penyebaran Corona di dunia. Dia juga meminta agar tidak ada saling menyalahkan antarnegara.
"Tiongkok telah melakukan pencegahan dan pengendalian yang terbaik, merupakan negara yang pertama sukses mengkontrol epidemi di dalam negeri, dan melakukan kerja sama internasional secara terbuka, transparan, dan bertanggung jawab, telah memberikan kontribusi besar dalam penanggulangan epidemi global, tidak hanya tidak bisa disalah-salahkan, tetapi harus dipuji," tuturnya.
Menurut Xiao, beberapa politisi dan media negara barat sedang memanaskan "Teori Tanggung Jawab Tiongkok", mengalihkan kontradiksi dan melalaikan tanggung jawab, merusak kepercayaan dan kerja sama global dalam melawan epidemi.
"Virus adalah musuh bersama manusia, dan hanya melalui persatuan dan kerja sama kita dapat memenangkan pertempuran ini. Ini adalah kesepakatan komunitas internasional, termasuk Tiongkok dan Indonesia," kata Xiao.